alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Gakkumdu Proses Dugaan Pidana Pemilu 2 Caleg Gerindra

Luqman Zainuddin
Gakkumdu Proses Dugaan Pidana Pemilu 2 Caleg Gerindra
Sentra Gakkumdu Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kota Makassar memproses dugaan pelanggaran dua Calon Legislatif (Caleg) DPR RI dari partai Gerindra Sulsel. Foto: Ilustrasi/SINDOnews

MAKASSAR - Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kota Makassar memproses dugaan pelanggaran dua Calon Legislatif (Caleg) DPR RI dari partai Gerindra Sulsel.

Kedua caleg tersebut yakni, Idris Manggabarani dan Azikin Solthan, yang diduga melakukan kampanye melalui iklan media massa di luar jadwal yang sudah ditetapkan.

Komisioner Bawaslu Kota Makassar Divisi Penindakan dan Hubungan Antar Lembaga, Zulfikarnain, mengatakan kedua caleg tersebut diduga telah melakukan pelanggaran pidana Pemilu dengan telah melanggar ketentuan pasal 492 undang-undang nomor 7 tahun 2017 yang mengatur mengenai kampanye di luar jadwal.



"Diduga melanggarnya pidana Pemilu. Iklan di luar jadwal. Sudah masuk di pembahasan Gakkumndu," tulis Zulfikarnain lewat pesan elektroniknya, Rabu (2/1).

Dalam pasal tersebut menyebutkan, jika setiap orang yang sengaja melakukan kampanye Pemilu di luar jadwal yang telah ditentukan ditetapkan oleh KPU, KPU Provinsi, dan KPU kabupaten/kota untuk setiap peserta pemilu sebagaimana yang dimaksud dalam pasar 275 ayat (2), pidana dengan kurungan paling lama satu tahun dan denda paling banyak Rp12 juta rupiah.

Adapun kampanye di luar jadwal yang diduga dilakukan Idris dan Azikin, karena telah memasang iklan kampanye di salah satu stasiun radio swasta di Makassar. Sementara, kampanye seperti itu baru bisa dilakukan Maret 2019 mendatang. Menurut Zulfikarnain, pemimpin Radio tersebut juga sudah dipanggil untuk memberikan keterangan.

"Pimpinan radio menerangkan bahwa benar terdapat siaran berupa iklan sekaitan dengan kampanye pemilihan umum menjelaskan kedua caleg (Idris dan Azikin) menyebut Dapil mereka masing-masing dengan muatan citra diri untuk mengajak warga negara yang memiliki hak pilih, guna memilih kedua caleg tersebut," kata pimpinan radio, seperti tertulis dalam amar hasil pemeriksaan Bawaslu kota Makassar.

Menurut Zulfikarnain, Gakkumdu akan melakukan penyelidikan paling lama 14 hari kerja.

Sementara itu, ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Laode Arumahi menyebutkan, jika kasus dugaan kampanye di luar jadwal ini, merupakan tindak lanjut dari laporan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulsel. Soal sanksi, kata Laode, baik caleg maupun lembaga penyiaran akan mendapat ganjaran hukuman.

"Prosesnya itu, masing-masing sesuai tupoksi. Kalau ada pelanggaran, maka lembaganya diberi sanksi oleh KPI. Kemudian oknum Calegnya akan diberi sanksi oleh Bawaslu," sambung Laode.

Adapun jenis sanksinya kata Laode, bisa berupa sanksi administrasi sampai pidana terhadap Caleg tersebut.



(kem)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook