alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Hanya 5 Partai Politik Dapat Sumbangan di Makassar

Luqman Zainuddin
Hanya 5 Partai Politik Dapat Sumbangan di Makassar
Ilustrasi/SINDOnews

MAKASSAR - KPU Kota Makassar merilis data Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) peserta Pemilihan Umum (Pemilu). Dalam data itu, terlihat, dari 16 Partai Politik (Parpol) di Makassar, hanya 5 yang punya nilai sumbangan.

Dari 5 Parpol itu, Golkar yang memiliki paling banyak sumbangan dengan nilai mencapai Rp1.084.532.500. Menyusul Partai Persatuan Indonesia (Perindo) sebanyak Rp366.708.177. Selanjutnya ada Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Rp237.210.209.

Partai selanjutnya adalah Partai Demokrat Rp49.900.000 dan terakhir adalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Rp5.000.000. Sementara 11 Parpol lainnya memiliki sumbangan yang nihil. Total sumbangan 5 Parpol tersebut mencapai Rp1.743.350.886.



Komisioner Divisi Hukum KPU Kota Makassar, Rahman Jalal menyebutkan, jika semua sumbangan tersebut merupakan akumulasi dari sumbangan yang berupa uang, jasa dan barang senilai uang.

"Nilai, juga barang dan jasa, senilai uang itu. Ditotal mi. Hanya 5 (parpol) itu, yang lain nihil," kata Rahman lewat sambungan selulernya, Kamis (3/1/2019).

Setelah rekapitulasi ini, KPU Makassar selanjutnya akan mengimput dan membukukan LPSDK ini. Menurut dia, untuk tahapan ini peserta Pemilu memang hanya melaporkan penerimaan saja. Sementara untuk pemakaian dana penerimaan sumbangan kampanye dilaporkan pada Laporan Penerimaan dan Penggunaan Dana Kampanye (LPPDK).

"Jadi, kan tidak ada perbaikan. Jadi, itu (LPSDK) saja pengimputan, pembukuan. Nanti di LPPDK lagi, satu pekan dari hari H. Jadi, ini kan laporan penerimaannya saja dulu. Pengeluarannya kan tidak pi (belum diminta)," sambung Rahman.

Kata Rahman, laporan itu selanjutnya akan diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP). Tapi, kata dia, untuk tahapan itu adalah wewenang KPU RI, bukan lagi ranah KPU kota Makassar. KAP kata Rahman, akan memeriksa LPSDK itu selama sebulan lamanya. Kemudian, dikembalikan dengan catatan-catatan hasil pemeriksaan.

Lebih lanjut, Rahman bilang jika sumbangan-sumbangan yang diterima oleh 5 Parpol tersebut didominasi oleh sumbangan per-orangan. Hanya saja, identitas penyumbang menurut Rahman, tidak bisa dibuka untuk publik.

"Sumbangan itu kan hanya 3, dari perseorangan, dari kelompok, dan sumbangan dari badan usaha non pemerintah. (Dominan sumbangannya) Dari perorangan, apakah simpatisan. (Identitas penyumbang) dijaga," pungkas Rahman.

Sementara, Komisioner KPU Makassar, Gunawan Mashar mengungkapkan dari 16 parpol yang telah menyerahkan LPSDK, hanya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mendapatkan catatan khusus. "PKB terlambat sehingga ada catatan khusus di berita acara," pungkasnya.



(agn)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads