alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

PSM Gigit Jari, Wawan Memilih Tetap Bertahan di Bali United

Muhaimin
PSM Gigit Jari, Wawan Memilih Tetap Bertahan di Bali United
Wawan Hendrawan memilih bertahan di Bali United musim depan. Foto : Istimewa

MAKASSAR - Wawan Hendrawan memilih bertahan di Bali United musim depan. Kiper berusia 35 tahun itu mengaku masih betah dengan skuad Serdadu Tridatu.

Dia mengaku memiliki tanggung jawab untuk membayar pencapaian Bali United di musim lalu. Sehingga, Wawan memutuskan untuk memperpanjang kontraknya hingga akhir 2019.

"Bersyukur tentunya karena masih dipercaya membela Bali United untuk musim 2019 ini. Saya pribadi mengakui bila tahun 2018 lalu, merasa gagal memenuhi ekspektasi masyarakat Bali yang ingin kami berprestasi. Mudah-mudahan di tahun 2019 ini saya dan rekan-rekan bisa membayarnya dengan penampilan yang lebih baik," katanya.



Keputusan Wawan yang memilih bertahan, membuat PSM jadi gigit jari. Sebab, kiper kelahiran 8 Januari 1983 itu memang tengah diincar oleh Juku Eja. Mengisi kekosongan stok kiper, usai mendepak Syaiful dan Shahar Ginanjar.

"Ya, saya akui ada beberapa tim yang coba menawarkan untuk hengkang dari Bali United, plus tawarannya tinggi. Tapi, rasa kenyamanan berada di lingkungan tim Bali United jauh lebih penting untuk saya,” tegas Wawan.

Saat hendak hengkang beberapa waktu lalu, Wawan memang selalu dikait-kaitkan dengan PSM. Sebab, Juku Eja memang tengah berburu kiper pengalaman, usai gagal menggaet I Made Wirawan dari Persib Bandung.

Hal itu semakin kuat, setelah pelatih kiper, Herman Kadiaman memang tengah mencari penjaga gawang yang sudah memiliki jam terbang yang top. "Soal nama, saya tidak bisa komentar. Tapi kita cari yang terbaik," katanya beberapa waktu yang lalu.

Saat ini, PSM baru memiliki dua penjaga gawang yakni Rivky Mokodompit dan Hilman Syah. Khusus kiper baru harus siap bersaing, lantaran nama terakhir sudah menunjukkan potensi yang menjanjikan.



(sss)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads