TOPIK TERPOPULER

Genjot Ekonomi, Dewan Usul Pembukaan UMKM Baru di Makassar

Ashari Prawira Negara
Genjot Ekonomi, Dewan Usul Pembukaan UMKM Baru di Makassar
DPRD Makassar mengusul untuk pembukaan UMKM baru untuk menggenjot pemulihan ekonomi. Foto: Sindonews/dok

MAKASSAR - DPRD Kota Makassar mengusulkan pembukaan Usaha mikro kecil menengah (UMKM) baru, dalam menggenjot ekonomi di masa pandemi COVID-19 terhadap 60.000 pekerja yang terdampak di Kota Makassar.

Anggota Komisi B Bidang Ekonomi Keuangan DPRD Kota Makassar Mario David mengatakan, bahwa upaya ini setidaknya mampu mengurangi 50% angka pengangguran dimana klaim dewan saat ini sudah ada kurang lebih 120.000 di Kota Makassar.

Baca Juga: Angka Kunjungan RS Masih Minim, Ini Saran Legislator Makassar



"Kita bisa ambil 50% nya untuk buka usaha baru di rumahnya, minimal bertahan semuanya untuk hidup, kemudian sampai ekonomi kita membaik," ujar legislator Nasdem ini.

Mario mengatakan, program-program jangka pendek seperti ini dianggap sangat tepat dan dapat dioptimalkan pemerintah pada sisa penganggaran 2020 ini.

Mario mengatakan, cukup banyak masyarakat yang terdampak ekonominya, apalagi pemerintah melalui Dinas Koperasi Makassar jika mengacu pada anggaran pokok memiliki anggaran yang memadai hingga Rp22 milliar untuk pengoptimalan tersebut.

Dia mengatakan, upaya ini sebenarnya telah diusulkan Komisinya, namun mengingat anggaran perubahan yang telah ditolak sisa bagaimana pemerintah mengupayakan program-programnya sejalan dengan Inpres melalui anggaran pokok.

"Kemarin kan mereka refocusing itu, mereka kan nda kembalikan, jadi harusnya bisa pakai anggaran pokok itu yang ada uang Rp22 milliar untuk dinas koperasi itu," katanya.

Sementara itu Ketua Komisi B DPRD Makassar William Laurin mengatakan, bahwa pada kondisi COVID-19 saat ini hampir dapat dipastikan terjadi peningkatan pengangguran di kota Makassar.

Baca Juga: Legislator DPRD Makassar Kartini Terima Aduan Warga Soal Pelayanan Publik

Upaya pemberdayaan pengangguran melalui sektor UMKM dianggap sangat baik dalam menggenjot laju pertembuhan ekonomi Makassar.

"Otomatis tingkat pengangguran mengalami kenaikan sejak pandemi ini, karena kan banyak pelaku ekonomi yang tutup atau melakukan efisiensi baik di pekerja maupun dari segi produksi, hal ini dapat terbantukan dengan ada optimalisasi pemberdayaan UMKM dan juga bantuan usaha," tukasnya.

Saat ini kata William, masyarakat membutuhkan fresh money sebagai solusi sehingga merupakan tanggung jawab pemerintah untuk memberi peluang bagi pengangguran agar bisa bekerja.

"Karena masyarakat sangat membutuh fresh money untuk kebutuhan sehari-harinya , apalagi sekarang ini pemkot mendapatkan bantuan Rp15 miliar lebih untuk pemulihan ekonomi karena berhasil menekan laju penularan COVID-19, dan pemkot akan tetap prioritas kan anggaran sesuai dengan inpres," kata legislator PDIP ini.

Sementara itu berdasarkan laporan Disnaker Kota Makassar dari data 2019 setidaknya ada sebanyak 60.709 pengangguran terbuka di Kota Makassar, kendati belum mengantongi data 2020, hal ini dikalkulasi mengalami peningkatan tajam selama masa pandemi COVID-19.



(agn)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!