alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Penertiban Parkir Liar 'Gembok Ban' Dianggap Belum Efektif

Vivi Riski Indriani
Penertiban Parkir Liar Gembok Ban Dianggap Belum Efektif
Dinas Perhubungan (Dishub) Makassar belakangan turun melakukan penindakan terhadap kendaraan yang parkir menggunakan bahu dan badan jalan. Foto : Muchtamir Zaide/SINDOnews

MAKASSAR - Dinas Perhubungan (Dishub) Makassar belakangan ini gencar melakukan penertiban parkir liar yang menggunakan bahu jalan di sejumlah ruas jalan dengan cara menggembok ban. Utamanya bagi kendaraan roda empat atau mobil.

Meski demikian, upaya itu masih dianggap belum efektif. Langkah tersebut dinilai merupakan solusi jangka pendek yang tidak memberikan efek jerah kepada masyarakat pengguna kendaraan.

"Sanksi gembok ini efektif untuk memberikan peringatan tapi efek jeranya kurang karena yang punya mobil itu rata-rata orang berduit kalau di denda cuma Rp500 ribu yah dia bayar, jadi bukan solusi jangka panjang yang baik tapi kalau solusi jangka pendek saja oke," kata salah satu anggota Komisi B DPRD Makassar, Mario David, baru-baru ini.



Dia pun menilai jika upaya tersebut tidak meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Makassar. Sebab, denda berupa tilang masuk ke kas negara melalui aparat kepolisian.

Dimana diketahui, Dishub Makassar yang hampir tiap saat turun melakukan penindakan parkir liar juga melibatkan aparat kepolisian. Selain menilang dan menggembok ban mobil, ban motor yang terjaring razia juga dikempiskan.

"Denda tilang itu sebenarnya sia-sia karena pendapatannya tidak masuk ke kita tapi langsung ke kas negara tidak pemerintah kota, rugilah kita keluarkan tenaga, kita beli gembok mobil, mobil derek kita modalin tapi bukan kita yang dapat untungnya," pungkas Mario David.

Akan tetapi menurut dia sangat mendukung upaya penertiban parkir liar tersebut. Menurutnya, hampir 50% penyebab kemacetan di Makassar disebabkan oleh kurangnya lahan parkir yang tersedia. Ditambah kurangnya kesadaran masyarakat yang kerap parkir menggunakan bahu hingga badan jalan.

Adapun pantauan SINDOnews, maraknya kendaraan parkir di bahu jalan nampak di sepanjang Jalan Pengayoman, Boulevard dan Jalan Veteran. Utamanya di depan toko penyedia barang keperluan telepon seluler, yakni Toko Bintang. Sejumlah kendaraan parkir menggunakan bahu jalan lantaran tidak tersedianya lahan parkir yang memadai oleh pihak perusahaan.

Pada dasarnya, setiap perusahaan yang hendak mendirikan bangunan harus mengantongi surat izin mengenai dampak lalu lintas (Amdalalin).



(bds)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads