alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Tersangkanya Keluyuran, ACC Soroti Polda Soal Kasus Gedung PWI

Syachrul Arsyad
Tersangkanya Keluyuran, ACC Soroti Polda Soal Kasus Gedung PWI
GEDUNG PWI. Anti Corruption Committee (ACC) pertanyakan komitmen penyidik Polda Sulsel dalam menuntaskan kasus dugaan komersialisasi aset Pemprov Sulsel berupa gedung Persatuan Wartawan Indonesia. Foto: Dok/SINDOnews

MAKASSAR - Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi pertanyakan komitmen penyidik Polda Sulsel dalam menuntaskan kasus dugaan komersialisasi aset Pemprov Sulsel berupa gedung Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Kasus dugaan komersialisasi tersebut menjerat tersangka Zulkifli Gani Ottoh (Zugito), selaku mantan Ketua PWI Sulsel.

Berkas perkara kasus ini sudah dinyatakan lengkap (P21), namun tersangka dan barang bukti belum juga dilimpahkan ke kejaksaan. Bahkan, Zugito belum juga ditahan sebelum pelimpahan perkara tahap kedua.



Peneliti ACC, Anggareksa PS menilai, penyidik Polda Sulsel sengaja memperlambat pelimpahan tahap dua. Indikasinya, kata dia, ada pembiaran terhadap tersangka Zugito melenggang bebas belum ditahan.

"Saya dapat info ini Zugito lagi di Bogor," beber Anggareksa kepada SINDOnews, Rabu (9/1/2019). Dia melanjutkan, Zugito diketahui menghadiri pernikahan putri keempat Calon Wakil Presiden RI nomor urut 01, Ma'ruf Amin di Bogor, Rabu (9/1). "Iya, dia di sini (Bogor)," tegasnya.

Pria yang akrab disapa Angga ini menganggap, dibiarkannya tersangka berkeliaran menjadi preseden buruk dalam penegakan hukum. Menurut dia, Polda Sulsel memang tidak serius untuk melakukan pelimpahan tahap dua ke kejaksaan.

"Nah itu, jadi polda memang sudah tidak profesional dalam mengusut kasus ini. Jadi memang selama ini tersangka bebas berkeliaran," tutur Angga.

Sebelumnya Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kompol Yudha Wirajati mengakui akan melimpahkan tiga kasus tipikor kejaksaan bulan ini. Salah satunya kasus tipikor yang menjerat Zugito sebagai tersangka. "Rencana memang bulan ini, tapi kembali kepada kesiapan dari kejaksaan," tangkis Yudha.

Dikatakan, penyidik akan langsung melakukan pelimpahan terhadap tersangka tanpa dilakukan penahanan. Kata dia, hal ini sudah diputuskan dalam gelar perkara yang dilakukan penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel.

"Hasil keputusan bersama hasil gelar," tegas dia. "Penyidik memiliki pertimbangan tertentu berdasarkan pandangan subjektif dan objektif."

Diketahui, mantan Ketua PWI Cabang Sulsel terjerat kasus korupsi setelah karena diduga melakukan komersialisasi Gedung PWI tanpa seizin Pemprov Sulsel. Berdasarkan audit BPKP Sulsel, nilai kerugian negara ditaksir mencapai Rp1.634.306.366.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sulsel Salahuddin mengatakan, untuk tahap dua seharusnya sisa menunggu kemauan dan proaktif penyidik saja untuk pelimpahannya. Pasalnya, pihak kejaksaan hanya menunggu dan menerima penyerahan tersangka dan barang bukti.

"Tahap dua itu kewenangan penyidik untuk melakukan pelimpahan tahap dua bersama jaksa penuntut umum. Kemudian tahap duanya kan nanti di Kejari (Makassar). Kita cuma menerima pengantar saja," beber Salahuddin.



(kem)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook