alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Anggaran Terbatas, Pemkab Bulukumba Cuma Sertifikatkan 50 Lahan

Eky Hendrawan
Anggaran Terbatas, Pemkab Bulukumba Cuma Sertifikatkan 50 Lahan
Ilustrasi/SINDOnews

BULUKUMBA - Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertahanan (DP3) Bulukumba, hanya bisa mengsertifikatkan 570 dari 1197 bidang tanah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba. Ditahun 2018 bahkan baru 50 bidang tanah yang bisa disertifikatkan.

Kepala Bidang Pertanahan DP3 Bulukumba, Aco Bahar membenarkan hal tersebut. Menurutnya, ‎lambatnya pengsertifikatan lahan Pemkab tersebut bukan karena faktor kesengajaan. Melainkan minimnya anggaran yang tersediah membuat banyak lahan belum bisa disertifikat dengan cepat.

"‎Anggaran kita cuma sedikit jadi yang bisa kita serifikatkan hanya 50 bidang saja. Kita berharap diperubahan nanti ada tambahan anggaran agar bisa kita selesaikan lebih banyak lagi," katanya, Kamis, (10/01/2019).

Ditahun 2014 menurut Aco, Pemkab pernah mendapatkan anggaran yang mampu mengakomodir sebanyak 245 lahan. Sehingga besaran anggaran mempengaruhi realisasi penyelesaian pendataan aset.



"2014 itu kita dapat anggara sedikit lebih besar, jadi kita bisa selesaikan lebih besar juga. Saya juga sudah lupa berapa besar anggaran 2014 lalu," ujarnya.

Sebelumnya, Anggota DPRD Bulukumba, H Safiuddin menyebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba tidak pandai menjaga aset. Pasalnya, hingga saat ini, banyak aset daerah yang telah diklaim oleh masyarakat.

"Banyak aset daerah diklaim warga. Hal tersebut menandakan, Pemkab Bulukumba tidak pandai menjaga aset. Itu karena dasar haknya tidak ada," jelas H Aksi.

‎Banyaknya aset daerah yang diklaim, lanjut Safiuddin, seperti Pasar Bontotanga yang ada di Kecamatan Bontotiro dan beberapa pusat layanan kesehatan juga masih berproses hukum lantaran diklaim oleh masyarakat.

"Itu penyegelan Puskesdes Seppang, SMP 22, ini juga yang jelas Taman Sulthan Daeng Radja menjadi contoh nyata lahan Pemkab yang dengan mudah diklaim masyarakat," pungkasnya.



(agn)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads