alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pemkab Bulukumba Diminta Blacklist Kontraktor Nakal

Eky Hendrawan
Pemkab Bulukumba Diminta Blacklist Kontraktor Nakal
Ilustrasi/Istimewa

BULUKUMBA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba bersikap tegas dalam melakukan penindakan terhadap perusahaan nakal yang menimbulkan kerugian negara.

‎Pasalnya, dewan menilai sikap Pemkabm masih lemah utamanya saat menindak temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) April 2018 lalu terhadap PT Te'ne Jaya yang telah menimbulkan kerugian negara sebesar Rp800 juta lebih.

"Harusnya ini PT Te'ne Jaya di blacklist saja dari proyek di Bulukumba, karena tidak taat pada negara dengan cara membayar kerugian negara yang menjadi temuan BPK," ujar Ketua Komisi C DPRD Bulukumba, Patudangi Azis, Jumat (11/01/2019).



Patudangi berharap pemerintah bisa bersikap ‎tegas dalam mengambil langkah dengan memperketat pengawasan kepada perusahaan dari luar Bulukumba.

"Pengawasan harus diperketat, khususnya terhadap perusahaan yang berasal dari luar daerah. Pemkab harus tahu ‎bagaimana manajemen perusahaanya," katanya.

Diketahui, PT Te'ne Jaya merupakan perusahaan yang mendapatkan enam paket pekerjaan. Dari keseluruhan paket tersebut menjadi temuan BPK, hanya saja perusahaan yang diketahui berasal dari luar daerah ini baru mengembalikan kerugian negara untuk lima pekerjaan.

Sedangkan untuk pengerjaan peningkatan pembangunan dan peningkatan jalan laston ‎yang dikerjakan PT Te'ne Jaya juga dianggap menimbulkan kerugian negara mencapai Rp800 juta lebih tersebut belum kunjung diselesaikan hingga batas waktu yang diberikan yakni, Desember 2018.‎

Sementara itu Kepala Dinas PUPR Bulukumba, Muh Amry yang dikonfirmasi mengaku tidak bisa dengan mudah melakukan blacklist terhadap PT Te'ne Jaya. Menurutnya perusahaan tersebut tidak menyalahi kontrak, melainkan hanya ditemukan kekurangan volume pekerjaan.



(sss)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook