alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pansus Perlindungan Perawat Perjuangkan Upah Perawat di Makassar

Hasdinar Burhan
Pansus Perlindungan Perawat Perjuangkan Upah Perawat di Makassar
Ilustrasi/SINDOnews

MAKASSAR - Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) perlindungan perawat kembali dibahas di ruang Komisi D Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar, Jumat (11/01/2019).

Dalam pembahasan, Panitia Khusus (Pansus) ranperda tersebut menyinggung masih rendahnya upah perawat saat ini, khusunya di Kota Makassar.

"Pembahasan ranperda ini sudah sampai pada pasal pengupahan, cuma yang menjadi masalah perbedaan aturan yang mengatur tentang tenaga perawat ASN dengan non ASN. Sementara kita berharap perda ini nantinya bisa melindungi semua perawat non ASN di lingkup pemerintah kota," ungkap Ketua Pansus Ranperda Perlindungan Keperawatan, Shinta Mashita Molina.



Menurut dia, perda tersebut nantinya menjadi solusi dari segi pengupahan hingga melindungi perawat dari praktek ekploitasi saat direkrut menjadi tenaga kerja.

Shinta mengakui pemerintah telah memberi fasilitas dan melindungi perawat secara hukum terkait pemberian upah oleh perusahaan dimana mereka bekerja. Akan tetapi, pelaksanaannya belum sesuai tujuan. Sehingga diperlukan kebijakan yang dapat memonitor pelaksanaannya.

"Kita ingin rekruitmen tenaga perawat ini betul-betul diketahui oleh pemerintah. Jadi bukan hanya melibatkan direktur rumah sakit tetapi juga diketahui oleh dinas tenaga kerja, dinas kesehatan dan dari PPNI sebagai wadah dari perawat itu sendiri. Ini agar eksploitasi itu bisa teredam," terang dia.

Sementara itu, pihak penyusun naskah akademik, Abdul Haris Awi mengatakan dalam Perda tersebut memang harus mengatur tentang pengupahan. Karena selama ini, perawat diperlakukan tidak semestinya.



(bds)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook