alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Polda Sulsel Bongkar Sindikat Penipuan Online Atasnamakan BRI

Syachrul Arsyad
Polda Sulsel Bongkar Sindikat Penipuan Online Atasnamakan BRI
Ilustrasi/SINDOnews

MAKASSAR - Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel berhasil meringkus dua pelaku penipuan ratusan nasabah online berkedok pinjaman dana melalui website menyerupai milik Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Suparman (30) diamankan di Kabupaten Wajo, dan Sudirman (34) diamankan di Kabupaten Sidrap, Sulsel, belum lama ini.

Menurut Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, kedua pelaku merupakan sindikat jaringan yang berbeda. Akan tetapi modus penipuan yang dilakukan serupa.



Adapun nilai total kerugian yang dialami sejumlah korban atas kejahatan keduanya mencapai kurang lebih Rp1,466 miliar.

"Berdasarkan pengumpulan data yang dilakukan BRI pusat ada sekitar 115 nasabah seluruh Indonesia yang menjadi korban tindak pidana tersebut," sebutnya usai ekspose kasus di Mapolda Sulsel, Makassar, Jumat (11/01/2019).

Dari hasil pengungkapan Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Sulsel, Suparman bekerja tidak sendiri. Dia dibantu rekannya yang saat ini berstatus DPO, yakni Nursam selaku pihak yang membuat website palsu mengatasnamakan BRI.

Suparman diketahui berperan sebagai pihak yang mengirimkan SMS berupa link phising (jebakan) secara acak kepada korbannya dengan menawarkan pinjaman mudah dengan bunga rendah. Sebagai syarat, korban harus memiliki dana di BRI minimal 10 persen dari pinjaman yang diminta.

"Setelah masyarakat ini berminat, maka Nursam menghubungi korban untuk memandu mengisi data pada website BRI palsu. Sampai dengan email dan password, serta data-data korban terekaman. Dengan terekamnnya password korban, maka dia sangat mudah mengambil (uang)," jelas Dicky Sondani.

Kejahatan pelaku terungkap berdasarkan laporan pihak BRI pusat pada Oktober 2018 lalu.

Sedangkan pelaku Sudirman disebut bekerja bersama empat rekannya yang masih buron. Masing-masing Ucing, Cambang, Ersan dan Helma.

"Menurut pengakuan Sudirman, mereka sudah menjalankan aksinya sejak Maret hingga Oktober 2018. Dengan nominal uang yang didapatkan Rp700 juta. Dengan pembagian 60% untuk dia (Sudirman) dan sisanya dibagi ke rekannya," terang Dicky Sondani.

"Ada banyak korban sebenarnya, cuma tidak melapor. Kami yakin masih banyak juga pelaku di luar sana," sambungnya.
Atas kasus tersebut, pihak BRI mengaku tidak akan bertanggungjawab memberikan jaminan uang kembali kepada para nasabah yang korban.

Executive Vice President Divisi Layanan dan Kontak Center PT Bank Rakyat Indonesia (Tbk), Dedi Junaeni menegaskan, kasus ini murni karena kelalaian korban sendiri.

"Kalau (kasus) ini nggak ada (jaminan uang kembali). Karena kan bukan security BRI yang dibobol, tapi kelalaian konsumen. Kalau PIN dan password tidak diberikan pasti tidak akan bobol. Apapun itu. Jadi saya mohon, tolong PIN dan password jangan sekali-kali diberikan meskipun itu mengaku orang BRI. Kuncinya di situ," pungkasnya.

Meski demikian, dia mengimbau kepada para nasabah untuk tidak mudah mempercayai adanya pihak yang mengatasnamakan BRI. Website resmi milik BRI hanya bri.co.id dan hanya memiliki satu layanan hotline 1407.



(bds)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads