alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pembangunan Telat, Kontraktor MRR Didenda Hingga Rp73 Miliar

Mustafa Layong
Pembangunan Telat, Kontraktor MRR Didenda Hingga Rp73 Miliar
PEROYEK MIDDLE RINGROAD. Pengerjaan jalan Middle Ring Road (MRR) sepanjang 1,2 kilometer yang menghubungkan Jalan Urip Sumoharjo dengan Jalan Leimena belum kelar pada Januari 2019. Foto: Muchtamir Zaide/SINDOnews

MAKASSAR - Pengerjaan jalan Middle Ring Road (MRR) sepanjang 1,2 kilometer yang menghubungkan Jalan Urip Sumoharjo dengan Jalan Leimena belum kelar pada Januari 2019.

Kontraktor PT Sumber Sari Cipta Marga didesak tuntaskan pengerjanaan paling lama akhir Februari.

Diketahui, proyek dengan nilai kontrak Rp174 miliar lebih tersebut telah berakhir akhir November 2018 lalu. Sehingga berdasarkan aturan Perpres 70 tahun 2012 tentang Sanksi Keterlambatan , kontraktor bakal didenda 1/1000 dari nilai kontrak tiap hari keterlambatan.



Keterlambatan pengerjaan oleh kontraktor sudah memasuki hari ke 42 pada Jumat (11/1/2019).

Dengan kalkulasi itu, PT Sumber Sari Cipta Marga telah didenda hingga Rp73 miliar, terhitung Jumat (11/1/2019).

"Masih kita upayakan untuk penyelesaian di masa denda. Keterlambatan saat ini kurang lebih sudah sebulan lebih sejak akhir November. Dendanya 1/1000 dari nilai kontrak semua," kata Kepala Bidang Pembangunan, Balai Besar Pengerjaan Jalan Nasional (BBPJN) XIII Makassar Rahman Djamil saat dihubungi.

Rahman mengatakan, hingga saat ini kontraktor masih berupaya melakukan perampungan proyek di bagian oprit sepanjang sekira 100 meter. Dia masih optimistis PT Sumber Sari Cipta Marga dapat menyelesaikan sisa pengerjaan sekira 5% hingga 90 hari masa denda.

BBPJN pun mendesak kontraktor tetap menyelesaikan target pengerjaan sebelum batas perpanjangan. "Kita tidak bisa target, tergantung mereka (kontraktor) perpanjangan 90 hari maksimal. Konsekuesinya putus kontrak dan akan diberi sanksi blacklist. Tapi kita masih optimistis bisa diselesaikan karena sisa 5 % masa tidak bisa selesai," sebutnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi awal Januari lalu, proses pengerjaan masih menyisahkan jalur terputus di area jembatan Tello dua pada proyek tersebut. Kendaraan belum dapat melintas sebab, setelah jembatan, jalanan sekira sepanjang 100 meter belum mendapat pengerasan atau betonisasi.

"Yang tahu pasti progresnya satker dan PPK, namun memang sejauh ini tinggal oprit kurang lebih 100 meter. Kalau kendala fisik tidak ada, hanya memang masalah internal di kontraktornya. Namun sekarang sudah berjalan lagi," katanya.

Sebelumnya, BBPJN XIII Makassar sendiri memang pesimistis MRR tahap pertama rampung tahun 2019. Persoalan internal kontraktor menjadi kambing hitam.

Kepala BBPJN XIII Makassar Miftachul Munir menyebutkan adanya masalah internal di kontraktor menyebabkan pelaksanaan melambat. Dia pun mengatakan, dengan kondisi tersebut, jalur MRR baru dapat beroperasi akhir Januari mendatang.

"Kita lagi berusaha karena ada kendala di lapangan sebab internal kontraktor ada masalah. Ada di internal mereka yah, sehingga terlambat seperti itu. Untuk bulan ini kita lihat kayaknya belum bisa selesai," jelas Miftachul.

Diketahui, target penanganan proyek strategis ini seringkali berubah-ubah. Awalnya, MRR dibagi dalam dua tahap, yakni tahap I sepanjang 3,05 km dimulai dari Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar hingga Jalan Borong Raya.

Sementara tahap kedua panjangnya mencapai 4,04 km dimulai dari Jalan Borong Raya hingga Jalan Sultan Alauddin Makassar.

Namun karena persoalan pembebasan lahan, target penanganan MRR tahap pertama hanya diselesaikan sepanjang 1,2 km, dari rencana sebelumnya 3,05 km.



(kem)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads