alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pasukan Militer Koalisi Anti ISIS Mulai Tinggalkan Suriah

Tim Sindonews
Pasukan Militer Koalisi Anti ISIS Mulai Tinggalkan Suriah
Ilustrasi/Istimewa

QAMISHLI - Pergerakan pasukan Koalisi anti ISIS pimpinan Amerika Serikat (AS) mulai sepi di perbatasan Suriah menyusul penarikan pasukan koalisi tersebut meninggalkan wilayah konflik yang telah didudukinya selama delapan tahun terakhir ini.

Seorang juru bicara koalisi mengungkapkan, pihaknya telah memulai proses penarikan dari Suriah.

"Koalisi telah memulai proses penarikan secara sengaja dari Suriah. Karena khawatir akan keamanan operasional, kami tidak akan membahas jadwal waktu tertentu, lokasi atau pergerakan pasukan,” kata Kolonel Sean Ryan seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (12/01/2019).



Keputusan AS telah menyuntikkan ketidakpastian baru ke dalam perang Suriah selama delapan tahun dan kesibukan kontak tentang bagaimana kekosongan keamanan yang dihasilkan akan diisi di seluruh Suriah utara dan timur tempat pasukan AS ditempatkan.

Di satu sisi, Turki bertujuan untuk melakukan kampanye melawan pasukan Kurdi yang telah bersekutu dengan Amerika Serikat, di sisi lain Rusia dan pemerintah Suriah yang didukung Iran melihat peluang untuk memulihkan sejumlah besar wilayah.

Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton pada hari Selasa menyatakan bahwa melindungi Kurdi yang merupakan sekutu Washington akan menjadi prasyarat penarikan AS. Hal itu menarik teguran dari Presiden Turki Tayyip Erdogan yang menyebut komentar Bolton adalah sebuah "kesalahan serius".

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, yang telah melakukan tur di Timur Tengah minggu ini untuk meyakinkan sekutunya tentang komitmen Washington terhadap keamanan regional, mengatakan penarikan itu tidak akan gagal meskipun ada ancaman Turki.

Kelompok-kelompok Kurdi yang menguasai Suriah utara telah beralih ke Moskow dan Damaskus dengan harapan mencapai kesepakatan politik yang akan mencegah Turki dan melindungi otonomi mereka di utara.



(sss)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads