alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Keteganan di Laut China Meningkat, Komandan Angkatan Laut AS ke Beijing

Agus Nyomba
Keteganan di Laut China Meningkat, Komandan Angkatan Laut AS ke Beijing
Kapal Perang Amerika Serikat, berlayar di Laut China Selatan membuat ketegangan terus meningkat. Foto: Istimewa

WASHINGTON - Kepala Operasi Angkatan Laut Amerika Serikat (AS), bakal berkunjung ke Beijing, di tengah ketegangan yang terjadi di Laut China Selatan beberapa hari terakhir.

Kepala Operasi Angkatan Laut (CNO) Laksamana John Richardson akan bertemu militer dari Tiongkok di Beijing bekerja untuk menghindari kesalahan perhitungan dan mengurangi risiko di tengah perang dagang yang sedang berlangsung dan meningkatnya ketegangan antara kekuatan-kekuatan dunia ini.

John Richardson telah melakukan perjalanan ke China pada hari Minggu. Dia akan mengadakan serangkaian pertemuan dengan para petinggi militer di Beijing.



"Termasuk Wakil Komandan Angkatan Laut Tiongkok, Shen Jinlong," kata sebuah siaran pers Angkatan Laut AS yang dikutip di Russia Today, Minggu, (13/01/2019).

Meski demikian rincian kunjungan Richardson masih belum jelas, namun Richardson mengatakan pertukaran pandangan rutin sangat penting, terutama di saat-saat gesekan. "Juga untuk mengurangi risiko dan menghindari kesalahan perhitungan," kata siaran tersebut.

Perjalanan itu terjadi karena ketegangan antara Beijing dan Washington tidak reda. Awal pertengkaran termasuk pelayaran Angkatan Laut AS di Laut Cina Selatan. Sementara AS mempertahankannya di bawah program Freedom of Navigation, China mengecam tindakan itu sebagai provokasi langsung.

Selain itu, China dicap sebagai "predator" dan "pesaing strategis" oleh Strategi Pertahanan Nasional 2018 Departemen Pertahanan AS.

Hal itu membuat Beijing mengecam Gedung Putih untuk "campur tangan kotor" dalam urusan internal, karena Presiden Donald Trump menandatangani undang-undang Asia Reassurance Initiative Act of 2018. Dokumen tersebut, antara lain, berjanji mendukung dan mendorong "perjalanan pejabat tinggi Amerika Serikat ke Taiwan." Yang terakhir, bagaimanapun, dianggap sebagai bagian tak terbantahkan dari Cina oleh Beijing.



(agn)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads