alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Besok, Gubernur Sulsel MoU Sister Provinsi dengan Ehime Jepang

Suwarny Dammar
Besok, Gubernur Sulsel MoU Sister Provinsi dengan Ehime Jepang
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla saat mempertemukan dengan Gubernur Ehime Jepang Tokihiro Nakamura. Foto: Istimewa

MAKASSAR - Besok, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan Gubernur Ehime Jepang Tokihiro Nakamura, akan meneken Memorandum of Understanding (MoU) terkait kerja sama sister provinsi kedua Negara.

Termasuk meneken kerja sama pengembangan Aqua Culture pengembangan dan ekspor ikan tuna yang ada di sejumlah daerah di Sulsel.

Nurdin Abdullah mengatakan, di Sulsel rombongan Gubernur Ehime Jepang membawa sebanyak 26 pengusaha terdiri dari pengusaha lokal dari Jepang dengan segmen bisnis berbeda juga menghadirkan ketua KADIN Ehime dan jajaran pemerintahan Ehime lainnya.



Sebelumnya, rombongan ini bertemu Wakil Presiden (Wapres) di Istana Wapres juga menjelaskan rencana investasi yang bisa dijajaki selain di Sulsel.

“Selain MoU, mereka akan melihat lokasi rencana pengembangan Aqua Culture di Sulsel, sehingga bisa dilakukan kajian wilayah mana yang berpotensi besar,” ujarnya, saat dihubungi.

Bupati Bantaeng dua periode ini menjelaskan, untuk pengembangan Aqua Culture sudah ada pengusaha dan mitra lokal yang berminat investasi mengembangkan potensi ikan tuna Sulsel. Dan memang budidaya jenis ikan tuna ini sangat menjanjikan, makanya seluruhnya akan dimaksimalkan tidak saja dari kuantitas tapi juga kualitas tuna Sulsel.

“Pemerintah Ehime Jepang memilih Sulsel untuk pengembangan Aqua Culture karena potensi produksi tuna kita sangat besar dibandingkan di daerah mereka, selain itu melihat pertumbuhan ekonomi Sulsel yang sangat pesat dan kondisi iklim Sulsel tropis,” terangnya.

Nurdin mencontohkan, dengan kondisi iklim tropis memungkinkan Sulsel dalam 2 tahun mampu memproduksi 100 kilo gram (kg) diluar jenis ikan lainnya, sementara di Negara mereka butuh 4 tahun untuk memproduksinya.

Jika melihat dari jumlah tersebut, 1 keramba saja berisi 100 hingga 150 kg potensi pendapatan yang bisa mencapai Rp27 miliar.

“Beberapa daerah yang sudah dikaji awal di Selayar dan di Laut dekat Makassar dan aksesnya juga dekat dari pelabuhan sehingga akan mempermudah jalur distribusi atau ekspor,” ujarnya.

Sementara itu, untuk kerjasama sister provinsi akan dilakukan transfer knowledge dan teknologi dengan mengirimkan pegawai Pemprov sebanyak 50 orang ke Jepang dan dikirim bertahap dalam dua gelombang.

“Pegawai yang ke Jepang akan melakukan transfer knowledge dan teknologi. Jepang jadi pilihan, karena mereka itu tidak pernah kedengaran bermasalah dari sisi edukasi dan transfer knowledgenya,” tuturnya.

Berdasarkan data Dinas Perikanan dan Kelautan, rata-rata produksi tuna 2016 sebanyak 16,258 ton, pada 2017 produksi tuna sebanyak 7,975 ton dan pada 2018 produksi tuna sebanyak 13,601 ton dengan total 55,485 ton.



(agn)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads