alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Bawaslu Polman Periksa Istri Gubernur Sulbar Terkait Ini

Asrianto Suardi
Bawaslu Polman Periksa Istri Gubernur Sulbar Terkait Ini
Bawaslu Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), memeriksa Ketua DPD Partai Gerindra Sulbar, Andi Ruskati Ali Baal, Kamis (17/1/2019). Foto: Asrianto Suardi/SINDOnews

POLMAN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), memeriksa Ketua DPD Partai Gerindra Sulbar, Andi Ruskati Ali Baal, Kamis (17/1/2019).

Pemeriksaan ini terkait, kasus dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan oleh oknum kepala Desa Pappandangan, Kecamatan Anreapi yang telah membagi-bagikan sarung dan kalender yang ditempeli poster dan gambar dirinya, saat menggelar reses di desa Pappandangan, pada tanggal 4 Januari 2019 lalu.

Andi Ruskati tiba di kantor Bawslu sekitar pukul 11:00 Wita. Ia diperiksa sekitar 5 jam, mulai pukul 11:00 Wita hingga pukul 16:00 Wita.



Usai diperiksa, Caleg DPR RI yang juga istri Gubernur Sulawesi Barat ini enggan berkomentar banyak. Ia hanya mengatakan, dirinya hanya menghadiri panggilan Bawaslu untuk memberi klarifikasi. Dia mengaku diperiksa hanya sebagai saksi.

"Silahkan tanya langsung sama Bawaslu, dan nanti rilisnya akan dijawab oleh staf saya," ujarnya, sambil bergegas masuk ke mobil.

Sementara itu, Divisi penindakan Bawaslu Polman, Arham Syah, mengatakan, bahwa pemanggilan hanya sebatas klarifikasi, terkait kegiatan yang terjadi di Pappandangan pada saat yang bersangkutan melakukan reses.

"Sekitar itu saja, apa yang dilakukan, kondisi seperti apa, apa yang disampaikan," jelas Arham.

Mengenai adanya aksi pembagian sarung, kalender dan bahan kampanye, juga telah diminta klarifikasi, namun hasil nya belum kami sampaikan dan putuskan karena kami akan lakukan dulu pembahasan bersama dengan tim penyidik di Gakumdu.

"Kalau untuk Kalender dan lainnya, yang bersangkutan tidak mengakui, sebab pada saat pembagian, beliau sudah pulang," sambung Arham.

Terkait adanya pemanggilan ulang yang kedua terhadap yang bersangkutan, Arham menambahkan, jika hal ini akan dibahas dulu bersama tim Gakumdu, sebab kasus ini harus tuntas pada tanggal 24 Januari 2019 pekan depan.

"Kasus ini harus tuntas dalam waktu 14 hari. Kalau pemanggilan ulang, nanti kita bahas bersama, kira-kira apa yang harus dilengkapi, baik masukan dari pihak penyidik maupun jaksa,"tutupnya.

Sebelumnya, Bawaslu juga telah melakukan periksaan terhadap 10 saksi, dan satu orang pihak terlapor dalam hal ini, oknum kades Pappadangan, pada Senin (14/1/219) pekan lalu.

"Kami sudah periksa saksi, diantaranya warga yang hadir pada saat reses dan yang membagikan kartu nama, dan pihak terlapor yang kami periksa,"katanya.

Sebelumnya, Makmur, kepala desa Pappandangan, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dilaporkan oleh warga, karena telah melakukan dugaan pelanggaran Pemilu, karena telah mengkampanyekan salah satu calon anggota DPR RI.



(kem)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook