TOPIK TERPOPULER

Berhasil Tekan COVID-19, Pemkot Masih Hati-hati Buka Aktivitas Sekolah

Vivi Riski Indriani
Berhasil Tekan COVID-19, Pemkot Masih Hati-hati Buka Aktivitas Sekolah
Disdik Makassar masih hati-hati buka aktivitas sekolah meski sudah berhasil menekan penyebaran COVID-19. Foto: Sindonews/dok

MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Dinas Pendidikan, belum berencana membuka kembali aktivitas belajar mengajar di sekolah meski wilayah kerawan Covid-19 sudah berstatus zona oranye atau resiko sedang.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, Irwan Bangsawan menilai pembukaan sekolah tatap muka masih cukup rawan. Perlu pertimbangan yang matang sebelum aktivitas belajar di sekolah dibuka.

Baca Juga: Disdik Makassar Bentuk Tim Awasi Penggunaan Dana BOS



"Walaupun sudah keluar dari zona merah, kita mesti tetap harus hati-hati," kata Irwan, kemarin.

Pembukaan sekolah tatap muka sebelumnya sudah direncanakan disdik beberapa waktu lalu. Tahap awal, pihaknya menyasar sekolah yang ada di Kepulauan Sangkarrang.

Survei awal di tiga pulau kecamatan tersebut bahkan sudah dilakukan. Ketiganya, yakni Pulau Bone Tambung, Pulau Barrang Caddi, dan Pulau Kodingareng. Hasil survei, semuanya memungkinkan dilakukan sekolah tatap muka.

Namun, rencana itu ditunda mengingat kasus penularan virus Corona masih fluktuatif. Meski sudah keluar dari zona merah, belum benar-benar landai. "Jadi belum ada wacana untuk itu," tuturnya.

Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin mengatakan, peralihan status zona kerawanan Covid-19 Kota Makassar ke zona oranye jangan dianggap bisa melonggarkan penerapan protokol kesehatan. Justru, kedisplinan masyarakat akan protokol kesehatan perlu ditingkatkan agar penularan virus korona semakin terkendali.

Baca Juga: Disdik Makassar Buka Layanan Pengaduan Penyaluran Subsidi Kuota

"Penurunan ini bukan berarti covid-nya sudah berkurang, tidak. Covid-nya masih banyak di luar, dan masih menjadi musuh yang mengintai kita di mana kita lengah," beber Rudy.

Ia tidak ingin penurunan status ke zona oranye justru membuat masyarakat lengah dalam menerapkan protokol kesehatan. Jika ini terjadi, lonjakan kasus bisa saja terjadi sewaktu-waktu. Salah satunya pembukaan sekolah tatap muka.

Meski begitu, pihaknya tetap melakukan kajian tahap demi tahap. Sebab ia tidak ingin terburu-buru dalam mengambil kebijakan yang nantinya bisa berdampak buruk bagi masyarakat, khususnya peserta didik.

"Jadi semakin dia kurang menyerang kita, maka semakin kita harus waspada," ungkapnya.



(agn)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!