alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Tanpa Kisi-Kisi Pertanyaan, Debat Pilpres Kedua Soal Lingkungan

Luqman Zainuddin
Tanpa Kisi-Kisi Pertanyaan, Debat Pilpres Kedua Soal Lingkungan
Komisioner KPU RI, Viryan Asiz memastikan, konsep debat calon Presiden dan wakil Presiden kedua akan berbeda. Yakni, tak lagi ada kisi-kisi atau daftar pertanyaan terbuka untuk kandidat. Foto: Luqman Zainuddin/SINDOnews

MAKASSAR - Komisioner KPU RI, Viryan Azis memastikan, konsep debat calon Presiden dan wakil Presiden kedua akan berbeda. Yakni, tak lagi ada kisi-kisi atau daftar pertanyaan terbuka untuk kandidat.

"Ada permintaan dari sejumlah pihak, agar kisi kisi atau daftar pertanyaan tidak perlu dilakukan daftar pertanyaan terbuka, jadi masukan penting untuk kami," ungkap Viryan saat ditemui di Jl Adipura Makassar, Minggu (20/1/2019).

Viryan mengakui, bahwa saat debat perdana 17 Januari lalu, KPU memberikan daftar pertanyaan terbuka kepada masing-masing kandidat. Tapi, kata dia, hal itu dimaksud supaya masing-masing kandidat bisa mengeksplorasi secara lebih mendalam visi misinya.



"Debat selanjutnya 17 Februari. Materinya tentang Energi dan lingkungan. Nanti debat tersebut untuk khusus masing-masing Capres," sambung Viryan.

Terlepas dari itu, kata Viryan, debat pertama pekan lalu dinilai menyita banyak perhatian dari masyarakat. Terbukti, dengan banyaknya aktivitas nonton bareng (Nobar) dan sempat menjadi trending topic di media sosial twitter. Maknanya, kata Viryan, ini menjadi perhatian dari pemilih.

Makanya, dia berharap pasangan calon pada debat kedua mendatang, bisa semakin menyampaikan programnya dengan visi misi terukur yang bisa menjadi pertimbangan pemilih untuk menyalurkan hak pilihnya.

Dalam kesempatan itu, Viryan juga menyampaikan, jika ada banyak suara yang meminta KPU melaksanakan debat di kampus-kampus. Sayangnya, permintaan tersebut tak akan bisa dipenuhi. Sebab bertentangan dengan UU dan aturan kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

"Debat itu kan kegiatan kampanye. Sementara, dalam UU Pemilu disebutkan, kegiatan kampanye tidak boleh dilakukan di fasilitas pemerintah, rumah ibadah, dan tempat pendidikan. Jadi tidak memungkinkan," pungkas dia.

Direktur Konten Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Fiki Satri menyampaikan bahwa pihaknya merasa tak keberatan terhadap keputusan KPU dan menghormati itu.

Dia sesumbar bahwa jagoannya akan tetap unggul dalam debat ke dua nanti.

"Tentunya secara substansi pemahaman setiap topik dari debat dapat tercermin dari visi misi Indonesia Maju. Semua lengkap. Pendalaman isu yang top of mind akan dilakukan dalam persiapan," tulis Fikri saat dikonfirmasi lewat pesan elektroniknya, Minggu (20/1).

Sementara itu, Ketua Badan Pemenangan Daerah (BPD) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno Sulsel, Idris Manggabarani menyebutkan, jika pihaknya justru sangat percaya diri dengan konsep tanpa kisi - kisi yang akan diterapkan KPU nantinya. Mengingat, saat debat sebelumnya saja, jagoannya diklaim sudah unggul telak.

"Debat (sebelumnya) menunjukkan kualitas calon, nampak kualitas calon yang berbeda. Mudah-mudahan di debat selanjutnya lebih nampak lagi bintangnya. Itu pada kondisi sudah ada pertanyaan yang diberikan. Sedangkan dikasi lagi bocoran sudah begitu, apalagi kalau tidak," terang Idris.



(kem)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook