TOPIK TERPOPULER

Di Musrenbang, Gubernur Tekankan Penyediaan Fasilitas Air dan Listrik di Pulau

Tim SINDOnews
Di Musrenbang, Gubernur Tekankan Penyediaan Fasilitas Air dan Listrik di Pulau
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah membuka musrenbang perubahan RPJMD 2018-2023 di Hotel Claro Makassar, Selasa (20/10/2020). Foto: Humas pemprov Sulsel

MAKASSAR - Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah membuka musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) perubahan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Sulsel tahun 2018-2023 di Hotel Claro Makassar, Selasa (20/10/2020).

Musrenbang ini juga dikemas dalam dialog “Percepatan pemulihan ekonomi Sulawesi Selatan”. Narasumbernya: Dirjen Bina Bangda Kemendagri, Hari Nur Cahya Murni; Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah KemenPUPR, Hadi Sucahyono; Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Kemnaker, Bambang Satrio Lelono; Deputi Produksi & Pemasaran KemenKOPUKM, Victoria Simanungkali; Deputi Pengembangan Regional Bappenas Rudy Prawiradinata; Kepala BI Perwakilan Sulsel, Bambang Kusmiarsoh.



Baca juga: HUT Sulsel ke-351, Iqbal Sebut Perhatian Pemprov ke Luwu Utara Sangat Besar

Gubernur Sulsel menyebutkan, di awal kepemimpinanya bersama Andi Sudirman Sulaiman, ia telah melakukan berbagai pencanangan program yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Beberapa program strategis nasional yang dilanjutkan, di antaranya program kereta api dan Makassar new port sudah dilakukan direct call, ini suplemen percepatan pemulihan ekonomi. "Dalam bidang reformasi birokrasi, kami sudah melakukan berbagai pemangkasan prosedur ekspor," kata Nurdin Abdullah.

Demikian juga dengan pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin. Serta kawasan ekonomi khusus (KEK) Selayar yang akan mendorong pengembangan infrastruktur pendukung bidang pariwisata.

Dari sisi pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan aksesibel, Gubernur mengarahkan untuk meningkatkan jangkauan dan kualitas infrastruktur wilayah dalam membuka daerah terisolir. Kemudian memperkuat interkoneksi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, antara lain melalui kegiatan pembangunan akses jalan daerah terisolir, penyediaan fasilitas sarana air bersih khususnya di kepulauan, termasuk menjamin ketersediaan sumber daya energi listrik di pulau-pulau.



Sulsel kata Nurdin memiliki lebih dari 300 pulau yang tersebar di seluruh wilayah, memiliki potensi yang selama ini belum dioptimalkan pemanfaatannya baik dari sisi perikanan, maupun sektor pariwisata. Untuk tahun 2021, pemprov kata dia masih menyiapkan bantuan daerah sebesar Rp500 miliar

"Kawasan wisata perlu perhatian, bupati dan wali kota harus lebih kreatif. Kalau bersinergi melakukan terobosan di daerah, saya kira tidak ada hambatan. Contoh Bira, kita bersama bupati, dengan Toraja untuk pembangunan bandara bersinergi program," sebutnya.

Baca juga: HUT ke-351 Sulsel, Momentum Bangkit di Tengah Pandemi COVID-19

Selanjutnya kata Nurdin, mewujudkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang produktif, memperkuat dukungan sarana prasarana, melalui kegiatan pembangunan rest area. Tahun ini ada 2 rest area yang selesai. Sementara tahun depan ditarget 3 rest area yang selesai.

Destinasi wisata unggulan yang diadaptasikan dengan kebiasaan baru pasca pandemi ini serta pengembangan sentra-sentra industri, untuk tetap menjadikan UMKM dan BUMDes sebagai ujung tombak pergerakan ekonomi masyarakat.



(luq)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!