TOPIK TERPOPULER

Review Program Bangga Kencana, Ini Disampaikan BKKBN Sulsel

Ashari Prawira Negara
Review Program Bangga Kencana, Ini Disampaikan BKKBN Sulsel
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulsel Andi Ritamariani saat melaporkan review program Bangga Kencana. Foto: Istimewa

MAKASSAR - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulsel melaporkan sejumlah hal, saat menggelar Review Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Hotel Mercury (22/10/2020).

Salah satunya terjadi tren penurunan angka melahirkan remaja selama pandemi COVID-19, di Sulsel.



Baca Juga: Cegah Stunting Selama Pandemi, BKKBN Tingkatkan Layanan IUD Post Partum

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulsel Andi Ritamariani mengatakan, hal ini merupakan tren yang baik bagi Sulsel karena menjadi salah satu daerah dengan angka pernikahan dini yang tinggi.

"Sulsel itu angka usia kawin muda atau anak itu tinggi sekali. Tetapi dari hasil statistik rutin (angka melahirkan usia remaja menurun) itu sangat baik," ujarnya.

Saat ini berdasarkan data per September, angka usia dini atau anak pada tahun 2020 dikalkulasi menurun tajam sebesar 31%, meski masih jauh dari target penurunan BKKBN sebesar 40%.

Meski kelahiran anak dianggap menurun di Sulsel, secara umum angka kelahiran nasional justru dikalkulasi meningkat.



Selain itu persoalan tadi, Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN, Dwi Listyawardani melaporkan bahwa juga ada peningkatan sebesar 10% tingkat putus pakai kontrasepsi.

"Itu kalkulasinya seperti itu, kan asumsi, mudah-mudahan saja tidak terjadi karena orang di rumah itu kalau dia pakai KB tentu tidak terjadi kahamilan," ujarnya.

Baca Juga: BKKBN Sebut Pentingnya Harmonisasi Penduduk dengan Daya Dukung Lingkungan

Dia mengatakan bahwa, untuk mengantisipasi hal ini BKKBN secara nasional telah melakukan pelayanan pada sejuta sektor di seluruh Indonesia. Dimana dari program tersebut tercapai 1,4 juta pengguna baru, hal ini dianggap berhasil karena laporan penurunan penggunaan tersebut pada Mei dapat ditingkatkan kembali di bulan ini.

"Akhirnya dengan adanya momentum ini kita jadikan sebagai upaya menyemangati masyarakat dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan pelayanannya, jangan sampai karena Covid-19 ini kita tidak bisa melayani," ucapnya.



(agn)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!