TOPIK TERPOPULER

Oknum Sekuriti Mal Ditangkap Usai Mengancam Mahasiswa Pakai Airsoft Gun

Faisal Mustafa
Oknum Sekuriti Mal Ditangkap Usai Mengancam Mahasiswa Pakai Airsoft Gun
Sunardi (23) diamankan aparat kepolisian Polres Gowa usai mengamuk di sekretariat mahasiswa UIN Alauddin Makassar. Foto: SINDOnews/Faisal Mustafa

GOWA - Tim Gabungan Anti Bandit Polres Gowa dibantu Resmob Polda Sulsel menangkap, Sunardi (23) oknum sekuriti salah satu mal ternama di Kota Makassar. Sunardi ditangkap karena mengamuk dan mengancam beberapa mahasiswa dengan airsoft gun.

Sunardi diduga dalam kondisi mabuk saat menodongkan airsoft gun ke penghuni Sekretariat Pers Mahasiswa UIN Alauddin Makassar di Jalan Mustafa Dg Bunga III, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Jumat (23/10/2020) sekira pukul 00.30 Wita.



Kanit Resmob Polres Gowa, Ipda Imran mengatakan, ada belasan orang yang menjadi korban pengancaman senjata yang biasa digunakan organisasi penembak itu. Tiga korban di antaranya merupakan perempuan.

Baca juga: Pelajar Bawa Anak Panah saat Demo UU Cipta Kerja, Polisi: Ada yang Suruh

"Jadi yang bersangkutan dalam pengaruh minuman keras lalu mengancam mahasiswa di sekretariat itu. Pelaku mengamuk sejadi-jadinya dan tidak terkontrol. Mengancam dengan airsoft gun," kata Imran di Posko Resmob Polres Gowa.

Dia melanjutkan, hasil interogasi, Sunardi mengaku airsoft gun itu dipakai untuk menakut-nakuti mahasiswa, karena ia menganggap mereka kerap membuat kegaduhan.

"Pelaku tinggal tidak jauh dari sekretariat mahasiswa. Motif yang bersangkutan, karena terganggu dengan keributan adik-adik mahasiswa ini, sampai sekarang dia mengakui mengancam pakai airsoft gun, bukan parang," jelas Imran.



Airsoft gun itu, kata perwira berpangkat satu balok ini, dibeli Sunardi dari seorang temannya seharga Rp1,5 juta. "Ini juga masih kita cari tempat dia mendapatkan senjata itu. Yang bersangkutan mengaku bukan anggota organisasi penembak. Jelas tidak memiliki izin," tutur Imran.

Baca juga: Relawan Salah Satu Paslon di Makassar Kejar Pendemo Omnibus Law

Sementara itu, Ardiansyah, salah satu mahasiswa yang jadi korban pengancaman mengaku saat kejadian mereka baru saja menggelar rapat organisasi. Tetiba pelaku datang menggedor-gedor pagar.

"Sementara duduk-duduk, datang bilang keluarko semua, pulang-pulang. Sambil todong pistolnya (airsoft gun). Teriak-teriak terus, mau masuk ke dalam ruang utama. Tapi kita tahan sampai teras saja," ucap Ardiansyah.

Dia melanjutkan terhitung ada tiga kali pelaku bolak-balik mengancam mereka dengan menodongkan airsoft gun. Beruntung ada warga sekitar yang melintas melihat kejadian itu, meminta Sunardi pulang ke rumahnya.

"Kayaknya mabuk, masih pakaian sekuriti. Sempat diamankan sama seorang warga di situ. Itu yang bantu supaya tidak masuk dalam ruang tamu. Habis itu kita lapor polisimi," jelas mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar itu.

Baca juga: Polisi yang Terlibat pada Insiden Penembakan di Barukang Kembali Bertugas

Tidak lama, kata Ardiansyah polisi gabungan dari Polres Gowa dan Polda Sulsel mengepung rumah tersangka, penangkapan berlangsung dramatis, ayah pelaku sempat memukul Sunardi. Sang ibu histeris ketika pelaku digelandang ke Mapolres Gowa.

"Kami sudah melaporkan ke Polres Gowa, atas tuduhan pengancaman. Laporan polisi nomor: LP,B/877/X/2020/SULSEL/RES GOWA/SPKT," tukas Ardiansyah.

Akibat perbuatannya, polisi menjerat Ardiansyah dengan Pasal 335 ayat 1 tentang pengancaman atau perbuatan tidak menyenangkan. Sunardi terancam hukuman maksimal satu tahun penjara. Bersama barang bukti sepucuk airsoft gun berikut amunisinya.



(luq)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!