TOPIK TERPOPULER

Berkat Wisata Duta COVID-19, Ekonomi Sulsel Tangguh di Tengah Pandemi

Suwarny Dammar
Berkat Wisata Duta COVID-19, Ekonomi Sulsel Tangguh di Tengah Pandemi
Warga melakukan tes swab di halaman kantor kecamatan, di Kota Makassar, 16 September lalu. Foto: SINDOnews/Maman Sukirman

MAKASSAR - Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan (Sulsel) pada triwulan II 2020 melanjutkan deselerasi, tercatat tumbuh -3,9% (yoy) dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh 3,1% (yoy). Penyebaran pandemi COVID-19 merupakan faktor utama yang menyebabkan kontraksi pertumbuhan.

Bank Indonesia (BI) Sulsel memprediksi, perekonomian Sulsel pada triwulan III 2020 diperkirakan tumbuh meningkat. Aktivitas ekonomi yang meningkat di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) mendorong ekonomi Sulsel diprediksi tumbuh lebih tinggi di triwulan IV 2020.

Laju inflasi untuk keseluruhan tahun 2020 diperkirakan lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya, utamanya dipengaruhi penyebaran pandemi COVID-19.

Baca juga: Sulsel Zona Oranye, Naisyah Ingatkan Warga Tetap Patuh Protokol Kesehatan

Bertumbuhnya ekonomi Sulsel di tengah pandemi COVID-19 ini tidak lepas dari sinergi yang dilakukan pemerintah Provinsi Sulsel bersama forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda).



Sejumlah strategi dan kebijakan yang bertujuan mempercepat pemulihan ekonomi nasional (PEN) termasuk di Sulsel terus dihadirkan Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah bersama Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. Efeknya, meski di tengah pandemi sejumlah sektor di Sulsel tetap berjalan. Bahkan terus bangkit demi menggerakkan dan meningkatkan ekonomi masyarakat agar tetap tumbuh.

Program duta wisata COVID-19 hadir menjadi penyelamat bagi semua sektor. Inovasi ini andil mendorong perubahan hidup masyarakat tidak saja di sektor kesehatan, tapi juga sektor ekonomi.
Berkat Wisata Duta COVID-19, Ekonomi Sulsel Tangguh di Tengah Pandemi
Di sektor kesehatan, program ini mampu menyembuhkan ribuan pasien tanpa gejala atau orang tanpa gejala (OTG). Lalu di sektor ekonomi, program ini mampu kembali menggairahkan usaha perhotelan dan UMKM yang ada di Sulsel. Hal itu dipicu dengan diinapkannya pasien OTG di Hotel, lalu mereka dilayani dengan baik di mana kebutuhan makan dan minum semua disediakan dengan memanfaatkan usaha catering. Jenis usaha inilah, banyak menggerakkan sektor lain.

Karena dianggap berhasil, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memuji upaya penanganan COVID-19 di Sulsel. Bahkan, dia meminta provinsi lain ikut mencontoh keberhasilan program ini dalam mengendalikan penularan virus corona. Termasuk World Health Organization (WHO) mengapresiasi program ini.

Menurut Jokowi, Provinsi Sulsel terus mengalami perbaikan dalam pengendalian COVID-19. Angka kesembuhan pasien COVID-19 yang mengalami peningkatan secara signifikan.

Baca juga: Program Wisata Duta COVID-19 Sulsel Diperluas ke Daerah



Hal tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi provinsi lain untuk mengendalikan pandemi di wilayah masing-masing dengan terus memantau pengendalian secara ketat dan meningkatkan jumlah pemeriksaan, penelusuran, dan perawatan pasien COVID-19.

"Saya mencatat angka-angka yang ada, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Sulawesi Selatan menunjukkan perbaikan dalam pengendalian COVID-19. Saya kira ini bisa dijadikan contoh provinsi-provinsi yang lain. Saya minta delapan provinsi prioritas yang lain tetap dimonitor secara ketat," sebut Jokowi, dalam rilisnya, beberapa waktu lalu.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengatakan, inovasi ini muncul atas kepedulian pemprov terhadap efek corona yang banyak berpengaruh besar terhadap sektor lain, utamanya ekonomi. Di mana banyak usaha tutup dan menyebabkan karyawan dirumahkan, bahkan di-PHK. Lalu kemudian, dihadirkan strategi yang bersinergi dengan semua pihak, utamanya sektor usaha.



(luq)

halaman ke-1 dari 3
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!