TOPIK TERPOPULER

Berkat Wisata Duta COVID-19, Ekonomi Sulsel Tangguh di Tengah Pandemi

Suwarny Dammar

Hal tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi provinsi lain untuk mengendalikan pandemi di wilayah masing-masing dengan terus memantau pengendalian secara ketat dan meningkatkan jumlah pemeriksaan, penelusuran, dan perawatan pasien COVID-19.

"Saya mencatat angka-angka yang ada, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Sulawesi Selatan menunjukkan perbaikan dalam pengendalian COVID-19. Saya kira ini bisa dijadikan contoh provinsi-provinsi yang lain. Saya minta delapan provinsi prioritas yang lain tetap dimonitor secara ketat," sebut Jokowi, dalam rilisnya, beberapa waktu lalu.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengatakan, inovasi ini muncul atas kepedulian pemprov terhadap efek corona yang banyak berpengaruh besar terhadap sektor lain, utamanya ekonomi. Di mana banyak usaha tutup dan menyebabkan karyawan dirumahkan, bahkan di-PHK. Lalu kemudian, dihadirkan strategi yang bersinergi dengan semua pihak, utamanya sektor usaha.

“Tak hanya rumah sakit yang disiapkan baik pasien bergejala, tapi juga OTG untuk mengantisipasi fullnya rumah sakit. Maka, dihitung-hitung bahwa hasil kajian ahli epidemiologi, bahwa puncak pandemi di Sulsel kita akan kekurangan tempat tidur. Sehingga kami mengambil langkah-langkah mengajak bicara teman-teman di PHRI (Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia) untuk bersama-sama dalam penanganan COVID-19 Sulsel,”ujarnya.
Berkat Wisata Duta COVID-19, Ekonomi Sulsel Tangguh di Tengah Pandemi
Oleh PHRI, kata Nurdin, juga melaporkan setiap hari, sekian banyak hotel yang tutup sehingga kita mengambil langkah-langkah bagaimana hotel dimanfaatkan untuk menangani pasien COVID-19 yang gejala ringan, sampai yang tidak bergejala atau OTG itu.

"Makanya kita membagi dua penanganan. Bagi yang ada komorbid atau infeksi virus corona COVID-19 lebih berisiko menyebabkan dampak fatal pada pasien dengan penyakit penyerta, itu ditangani di rumah sakit. Kedua, bagi OTG, penanganannya itu di hotel lewat isolasi mandiri secara terpusat," kata Nurdin.

Dengan strategi ini, maka seberapa besar pun puncak pandemi rumah sakit di Sulsel kata Nurdin masih cukup. Karena lebih dari 50% orang yang terkonfirmasi positif, tapi tanpa gejala. Maka cukup kita rawat di hotel lalu diberikan nutrisi dan istirahat yang cukup, sehingga imunitasnya bisa dijaga.

Baca juga: Program Duta Wisata COVID-19 Gubernur Sulsel Diapresiasi WHO

“Sehingga Alhamdulillah, tingkat kesembuhan kita cukup tinggi. Kalau di hotel itu sekitar 98%. Sementara di rumah sakit sekitar 77%. Itupun di atas rata-rata nasional,” ujarnya.

Dengan program ini, sejumlah sektor ikut bergerak. Salah satu indikatornya, jika DKI penggunan listrik itu turun kira-kira kurang lebih 30% sebaliknya di Sulsel, penggunaan listrik tumbuh 4% di masa pandemi.

“Artinya, pemerintah menangani COVID-19, juga tidak melupakan ekonomi. Sehingga walaupun pertumbuhan ekonomi kita terkoreksi, tapi itukan disebabkan oleh refocusing, terus PSBB. Tapi saya kira lambat laun bisa cepat naik ekonomi kita,” katanya optimis.

halaman ke-2
TULIS KOMENTAR ANDA!