alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Bawaslu Sulsel Libatkan Kampus Untuk Awasi Pemilu 2019

Luqman Zainuddin
Bawaslu Sulsel Libatkan Kampus Untuk Awasi Pemilu 2019
Ketua Bawaslu Sulsel Laode Arumahi bersama rektor UIN saat melakukan MoU. Foto: Istimewa

MAKASSAR - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel, membangun kerjasama dengan perguruan tinggi yang ada di Makassar. Kerjasama itu, dimaksud untuk membantu mewujudkan Pemilu yang berkualitas.

Salah satu perguruan tinggi (PT) yang digandeng kerjasama adalah UIN Alauddin Makassar pada, Rabu (6/2/2019), jajaran Bawaslu Sulsel yang dipimpin Laode Arumahi, melakukan penandatanganan kerjasama (MoU) dengan rektor UIN Alauddin, Musafir Pababbari.

"Kerjasama ini untuk membangun kemitraan antara Bawaslu Provinsi Sulsel dengan jajaran PT di Provinsi Sulsel sebagai wujud tanggungjawab bersama dalam mewujudkan penyelenggaraan pemilihan, khususnya pelaksanaan pengawasan Pemilihan yang berkualitas, partisipatif, dan akuntabel," terang komisioner Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad.



Saiful mengatakan, kerjasama tersebut secara luas, dimaksud untuk melakukan pendidikan politik dan demokrasi bagi warga masyarakat. Itu juga dilakukan sebagai langkah untuk mendorong demokrasi yang lebih matang dan berkualitas.

Adapun bentuk kerjasama yang disepakati Bawaslu-UIN Alauddin kata Saiful diantaranya adalah pelaksanaan KKN tematik di Bawaslu, riset dan penelitian terkait dengan kepemiluan, kerjasama penyusunan dan pelaksanaan model pengabdian masyarakat, pengembangan model pengajaran dan pendidikan politik serta penguatan sistem demokrasi.

Sebelum UIN, Pusat Pengembangan Kuliah Kerja Nyata (P2KKN) Unhas juga sudah menjajaki kerjasama pelaksanaan KKN dengan Bawaslu Sulsel. Penjajakan kerjasama Unhas dilakukan lantaran waktu pelaksanaan KKN Unhas bersamaan dengan pelaksanaan Pemilu 2019.

Ketua Bawaslu Sulsel, Laode Arumahi menilai, jika mahasiswa KKN memang selain mampu menjalankan misi kampus melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, juga harus berperan dalam membangun kesadaran berpemilu di desa-desa penempatan mereka masing-masing.

"Mahasiswa KKN yang bersyarat bisa direkrut menjadi pengawas TPS (Tempat Pemungutan Suara) atau menjadi pemantau. Karena itu, dua opsi tersebut masih akan kembali didiskusikan setelah Bawaslu Sulsel berkonsultasi dengan Bawaslu RI," aku Arumahi.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook