TOPIK TERPOPULER

UMI Kembangkan Usaha PPUPIK Berbasis Akuakultur Terpadu di Pangkep

Tim SINDOnews
UMI Kembangkan Usaha PPUPIK Berbasis Akuakultur Terpadu di Pangkep
Program Pengembangan Usaha produk Intelektual Kampus (PPUPIK) Universitas Muslim Indonesia (UMI) dilakukan di Pangkep. Foto: Istimewa

MAKASSAR - Program Pengembangan Usaha produk Intelektual Kampus (PPUPIK) Universitas Muslim Indonesia (UMI), tengah mengembangkan Laboratorium Tambak dan Lapang FPIK, di Dusun Parreang, Desa Bontosunggu (Kalibone), Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep.

PPUPIK yang dikembangkan kali ini, khusus menerapkan program akuakultur terpadu berupa usaha pendederan, pembesaran dan usaha penanganan hasil produksi.



Baca Juga: Besok Peneliti Perikanan Hadir di Webinar Akuakultur Terapan Series 3 Politani Pangkep

Ketua Pelaksana Kegiatan, Prof Jayadi menjelaskan, secara detail kegiatan dan komoditas yang dikembangkan tersebut yakni pendederan ikan nila dan ikan bandeng, pembesaran ikan nila di tambak model semi intensif dengan metode modular, pembesaran bandeng di tambak model semi intensif dengan metode modular, serta pembesaran ikan nila dikolam terpal dengan system intensif.

"Luas tambak yang digunakan kegiatan ini 2,5 ha dan telah berlangsung sejak tahun 2019 yang lalu," ujarnya.

Adapun program PPUPIK ini, lanjutnya, akan mengembangkan laboratotium tambak dan Lapang FPIK budaya ekonomi berbasis IPTEK akuakultur terpadu dengan menerapkan inovasi dari hilir ke hulu sehingga menjadi wirausaha baru di FPIK UMI.

Kegiatan ini juga kata Jayadi, akan menjadi percontohan bagi masyarakat dan menjadi kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa UMI dalam berwirausaha.



"PPUPIK ini merupakan sebagai salah satu kegiatan untuk melahirkan sumberdaya manusia yang berilmu amaliah dan beramal ilmiah," tambah Jayadi.

Jayadi menguraikan, secara teknis program ini memilki andil yang besar sebagai wadah bagi mahasiswa untuk belajar berwirausaha, berinovasi dan berkreasi terutama mengadapi dunia kerja yang semakin sulit. Diantara berisi aplikasi penerapan probiotik, sistem resikulasi air dan penanganan penyakit dan pematauan kualitas air, penumbuhan makanan alami serta pemberian pakan buatan sebagai solusi yang masih rendahnya produktifitas tambak yang dijadikan unit kegiatan PPUPIK.

Selanjutnya pengelolan terpadu dari hilir ke hulu serta terintegrasi dalam bentuk usaha produktif merupakan bentuk pelaksanaan kegiatan ini. Fasilitas yang sudah dikerjakan pada kegiatan PPUPIK yaitu: tambak 6 petak (luas 2,5 Ha), kolam pendederan (kolam tembok, kolam terpal dan, hapa), kantor, rumah tambak, kolam resirkulasi, sumur air payau, ruang penjualan benih, alat pengukur kualitas air, pintu air utama tambak, pompa air.

Baca Juga: Bupati Kunjungi Pulau Terluar di Pangkep untuk Tinjau Pembangunan

Tambak UMI dengan kegiatan PPUPIK akan melakukan kegiatan usaha pendedaran ikan nila dan ikan bandeng di tambak, pada wadah kolam terpal, kolam tembok dan wadah hapa. Kegiatan pendederan menyiapkan benih nila GIFT salin yang monosex berbagai ukuran (2-10 cm) dan nener bandeng ukuran 2-5 cm. Selain itu dilakukan pula kegiatan usaha pembesaran ikan nila dan ikan bandeng dengan menerapakan inovasi iptek sistim pemeliharan modular dan semi intensif.

Di lokasi pertambakan UMI kali Bone juga dijadikan usaha rekreasi pemancingan ikan nila dan unit toko penjualan produk olahan hasil perikanan seperti bandeng tanpa duri, bandeng presto, bakso ikan, nuge ikan.

Ketua Inovasi, Daya Saing dan Pengabdian kepada Masyakat UMI, Dr Rustam, menuturkan, program ini termasuk program pengabdian tahun kedua (tahun 2019-2020) yang dilaksanakan oleh LPKM UMI.

"Kami berharap kegiatan ini akan memberi manfaat untuk meningkatan produksi tambak, dan bermanfaat kepada Mahasiswa serta kepada masyarakat," pungkas dia.



(agn)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!