alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Cegah Bahaya Penyakit Kanker Melalui Pengurangan Plastik

Marhawanti Sehe
Cegah Bahaya Penyakit Kanker Melalui Pengurangan Plastik
Suasana jumpa pers sebelum seminar nasional dengan tema Melawan Kanker dengan Hidup Sehat yang dipusatkan di Kota Makassar. Foto: Maman Sukirman/SINDOnews

MAKASSAR - Hari Kanker Sedunia yang jatuh pada tanggal 4 Fabruari lalu diperingati oleh Yayasan Kanker Indonesia (YKI) melalui seminar kesehatan di Wisma Negara Centre Point of Indonesia tanggal 9 dan 10 Februari 2019.

Kegiatan yang mengusung tema Pencemaran Limbah Mikroplastik dan Bahaya Kanker di Indonesia ini akan dirangkaikan dengan simposium dan olahraga. Kegiatan ini sekaligus akan menjadi moment untuk mengajak pemerintah daerah dan masyarakat berkomitmen mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari.

Hal itu diutarakan oleh Ketua Panitia Hari Kanker Sedunia 2019, Prof Syahrul Rauf dalam press conference di Wisma Negara, Jumat (8/2/2019).



"Akhir seminar kita buat deklarasi untuk pimpinan daerah membubuhkan tanda tangan sebagai bukti kesiapan mendukung program pengurangan plastik," katanya.

Dia mengatakan, hal ini sebagai salah satu upaya untuk mengurangi penderita kanker akibat dari limbah mikroplastik. Menurutnya, isu ini tidak hanya dihadapi oleh Indonesia saja tapi juga global dimana limbah plastik menjadi penyebab gangguan kesehatan baik di ekosistem laut maupun di kehidupan sehari-hari.

"Kita ketahui bahwa penggunana bahan plastik semakin banyak di mana-mana dan penelitian baik di Indonesia dan luar negeri maupun Makassar sudah banyak membuktikan bahwa ada hubungan mikroplastik dan gangguan kesehatan kita," ujarnya.

Perwakilan YKI Pusat, Alfiah Amirudin mengatakan, salah satu penyebab kanker yang paling banyak ditemui adalah faktor lingkungan dan gaya hidup. Sehingga melalui seminar ini, dia berharap dapat mengajak masyarakat untuk hidup lebih sehat sehingga bisa terhindar dari kanker, salah satunya melalui mengurangi penggunaan plastik.

"Penyebab kanker ada yang genetik dan itu sekitar 10% sampai 15%, dan ada juga Sporadik. Nah ini yang kita belum tau penyebabnya, bisa karena lingkungan, gaya hidup dan semua tidak terlepas dari itu," ujarnya.



(agn)

Berita Terkait
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads