alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Penerapan Regrouping SD di Makassar Tunggu Izin Kemendikbud

Syachrul Arsyad
Penerapan Regrouping SD di Makassar Tunggu Izin Kemendikbud
Dinas Pendidikan masih menunggu petunjuk dari Kemendikbud terkait dengan regrouping sekolah SD. Foto: Muchtamir Zaide/SINDOnews

MAKASSAR - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, sudah merampungkan verifikasi faktual terhadap sekolah terkait rencana me-regrouping 47 Sekolah Dasar (SD). Dari hasil verifikasi itu, juga ditetapkan bakal membentuk 11 sekolah menengah pertama (SMP) baru.

"Sudah kita jalankan (verifikasi). Melahirkan kurang lebih 11 SMP. Kita harap ini bisa segera terealisasi," beber Kepala Disdik Kota Makassar, Abd Rahman Bando yang dikonfirmasi.

Rahman Bando menuturkan, dokumen verifikasi faktual tersebut bahkan sudah dibawa ke pemerintah pusat. Untuk selanjutnya, melakukan konsultasi, meminta pertimbangan dan izin dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).



"Kita kan harus konsultasi. Kita minta restu disana apakah bisa kami jalankan lanjutan regrouping ini. Apakah tidak ada kendala dalam kelanjutan administrasi data guru, siswa, dan sekolah. Bagaimana kalau ada sekolah SD dijadikan SMP. Kemudian ada SD kami gabungkan dari dua menjadi satu. Bagaimana ini kendalanya untuk dapodik-nya. Konsultasinya seperti itu," terang dia.

Lanjut Rahman Bando, pihaknya sudah mengirim Kepala Bidang (kabid) Pengembangan Pendidikan Dasar (dikdas) Disdik Makassar ke Kemendikbud terkait hal tersebut. Rencananya, laporan hasil konsultasi dan restu pemerintah pusat, baru akan diumumkan pekan depan.

"Kabid dikdas sudah konsultasi ke kementerian, hari ini kembali (di Makassar). Hasilnya hari Senin dia laporan. Tadinya dia (kabid dikdas) bilang tidak ada masalah. Tapi kan laporan resminya mungkin minggu depan," tandas Rahman Bandoe.

Sebelumnya dijelaskan, awal rencana regrouping ini karena ada ketidakseimbangan antara jumlah SD dan SMP di Makassar. Saat ini ada total 499 SD, dengan rincian 363 SD Negeri/Inpres dan 136 SD swasta. Sementara jumlah SMP sebanyak 208 sekolah diantaranya yang ada 45 berstatus sekolah dan 163 Swasta.

Dengan begitu, tidak semua lulusan SD bisa ditampung oleh SMP yang tersedia. Sehingga, Disdik Kota Makassar me-regrouping 47 SD dan membentuk 11 SMP baru. Pengadaan SMP baru ini juga mengingat masih ada wilayah di Kota Makassar yang belum memiliki SMP.

Rahman Bandoe mengaku, penerapan regrouping ini mendesak untuk dilakukan. Wali Kota Makassar, kata dia, bahkan mendukung sepenuhnya program ini. Dia berharap, program ini bisa dijalankan sebelum penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang rencananya diagendakan Juni mendatang.

"Yang mau kami prioritaskan ini regrouping dulu. Karena kita terdesak oleh waktu PPDB bulan enam nanti. Kita sih berusaha, tapi 'kan beginian tidak bisa serampangan. Ada proses, sehingga bisa resmi menjadi sekolah SMP," pungkas dia.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook