alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Tak Capai Target, Dinas PPKB Berhentikan Puluhan Kader KB

Syachrul Arsyad
Tak Capai Target, Dinas PPKB Berhentikan Puluhan Kader KB
Ilustrasi/SINDOnews

MAKASSAR - Dinas Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Makassar memberhentikan puluhan kader KB. Alasannya, karena mereka tidak mencapai target atas tugas yang sudah diberikan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Makassar, Zulkifli Nanda tak menampik hal tersebut. Dia mengaku, kader KB yang diberhentikan mencapai kisaran 50 orang lebih.

"Kalau saya hitung-hitung sekitar 50-an, lah (yang diberhentikan). Itu dari 1.000 lebih kader KB. Ada 50 yang kita evaluasi karena berdasarkan kinerja mereka," tutur Zulkifli yang ditemui di kantornya, belum lama ini.



Dia menegaskan, pemecatan ini bukan tanpa alasan. Tidak dilakukan secara sepihak. Dari hasil rapat evaluasi Dinas PPKB, kata Zulkifli, kader KB diberhentikan karena kinerja yang tidak maksimal. Target yang diberikan juga tidak dipenuhi.

"Dasar kami adalah kan kader KB ada target-target yang kami berikan karena ini menindaklanjuti dari target BKKBN pusat. Contoh kami disuruh mencari akseptor 46.000 lebih selama setahun. Akseptor itu adalah bagaimana mempengaruhi masyarakat menggunakaan alat kontrasepsi untuk menekan angka kelahiran," bebernya.

Namun dari hasil evaluasi tahun 2018 lalu, target tersebut tidak tercapai. Hanya terealisasi 95% saja. Termasuk tidak melakukan pendataan keluarga. Setiap bulan kita liat trennya.

"Kebetulan 2018 ini Kota Makassar hanya mencapai target 95% akseptor baru. Tidak mencapai 100%. Makanya kita evaluasi kenapa tidak tercapai target," ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan, tidak hanya dari segi kinerja. Kader KB yang diberhentikan karena memang ketidaktifannya. Seperti sebut Zulkifli, ada yang sakit, ada meninggal, kebanyakan pindah dilarang sama suami, dan ada beberapa memang dievaluasi karena tidak aktif.

"Dalam arti tidak aktif, tidak mau mendata. Inikan harus keliling di masyarakat menyampaikan bahwa pakai alat kontrasepsi, mengedukasi masyarakat," sambung dia. Zulkifli mengaku, pemberhentian kader KB hampir selalu terjadi tiap tahun, karena evaluasinya juga dilakukan tiap bulan dan dalam setahun.

Dia pun menambahkan, perekrutan kader KB pada dasarnya dibuka untuk siapa saja. Yang jelas, mampu meluangkan waktu melaksanakan program yang sudah diamanahkan. "Siapapun bisa menjadi kader KB kalau mampu meluangkan waktunya melaksanakankan program KB," jelasnya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook