TOPIK TERPOPULER

682 Warga Pangkep Dapat Bantuan Mesin Konversi BBM ke BBG

Muhammad Subhan
682 Warga Pangkep Dapat Bantuan Mesin Konversi BBM ke BBG
Bupati Kabupaten Pangkep, Syamsuddin Hamid menyerahkan secara simbolis bantuan mesin konversi BBM ke BBG ke perwakilan warga, Senin (26/10/2020). Foto: SINDOnews/Muhammad Subhan

PANGKEP - Sebanyak 682 warga Kabupaten Pangkep mendapatkan bantuan mesin konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG). Warga yang mendapatkan mesin konversi ini berasal dari Kecamatan Labakkang, Liukang Tupabiring, Liukang Tupabiring Utara, Ma'rang dan Pangkajene.

Bupati Pangkep, Syamsuddin Hamid berharap, bantuan mesin konversi untuk nelayan ini dapat digunakan sebaik-baiknya. "Manfaatkan bantuan sebaik-baiknya, semoga kesejahteraan semakin meningkat," ujar Bupati di lokasi penyerahan bantuan di kantor Dinas Perikanan Kabupaten Pangkep, Senin (26/10/2020).



Baca juga: Bupati Kunjungi Pulau Terluar di Pangkep untuk Tinjau Pembangunan

Paket yang dibagikan terdiri dari mesin penggerak, konverter kit, 2 buah tabung LPG 3 kg, serta aksesoris pendukung lainnya seperti reducer, regulator, mixer, dll.

Bupati Syamsuddin menyebut, selama ini pemkab Pangkep telah banyak menyalurkan bantuan kepada nelayan. Selama 10 tahun memimpin, Bupati mengaku sejumlah program untuk nelayan telah disalurkan, seperti mesin katinting, asuransi nelayan hingga bantuan alat tangkap.

Penyerahan bantuan turut dihadiri oleh anggota DPR RI Komisi VII, Andi Yuliani Paris. Ia mengatakan, bantuan serupa juga diserahkan kepada nelayan di sejumlah daerah.

Baca juga: Bupati Pangkep Harap MUI Tingkatan Peran dalam Pembangunan



Legislator PAN ini menegaskan, bantuan untuk nelayan ini tidak boleh diperjualbelikan. "Jangan coba-coba jual, saya tau semua pergerakannya. Bantuan ini untuk meningkatkan kesejahteraan," katanya.

Dengan mesin konversi ini menurut Yuliani, nelayan bisa menghemat pengeluarannya. Jika menggunakan BBM Rp6.500 per liter dengan estimasi penggunaan 5 liter per hari, maka setiap bulannya anggaran yang dikeluarkan nelayan sebanyak Rp975.000.

Sedangkan jika menggunakan LPG dengan harga Rp18.000 per 3 kg dengan estimasi kebutuhan 1,2 kg perhari, maka anggaran perbulan yang dikeluarkan, kata Yuliani hanya sekitar Rp240.000.



(luq)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!