alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Guru-Guru di Zimbabwe Tangguhkan Aksi Mogok Kerja

Kurniawan Eka Mulyana
Guru-Guru di Zimbabwe Tangguhkan Aksi Mogok Kerja
ILUSTRASI UNJUK RASA. Guru-guru di Zimbabwe telah menangguhkan pemogokan nasional untuk menuntut upah yang lebih baik, kata serikat pekerja pada hari Minggu (10/2/2019). Foto: Ilustrasi/SINDOnews

HARARE - Guru-guru di Zimbabwe telah menangguhkan pemogokan nasional untuk menuntut upah yang lebih baik, kata serikat pekerja pada hari Minggu (10/2/2019).

Tetapi guru-guru tersebut memperingatkan, bahwa mereka dapat keluar dari pekerjaan mereka lagi jika pemerintah tidak memenuhi tuntutan mereka.

Para guru mogok pada 5 Februari setelah negosiasi antara pemerintah dan pekerja sektor publik mogok, meningkatkan ketegangan politik setelah protes kekerasan bulan lalu yang ditanggapi dengan tindakan keras keamanan.



Dilansir Reuters, Senin (11/2/2019), serikat guru bertemu Menteri Pendidikan Zimbabwe, Paul Mavima di Harare dan setuju untuk kembali bekerja pada hari Senin.

Dua serikat pekerja terbesar, Asosiasi Guru Zimbabwe dan Serikat Guru Progresif, mengatakan setelah pertemuan itu bahwa pemerintah harus mengambil keuntungan dari “detente untuk melakukan instrospeksi dan menghasilkan solusi gaji yang matang, bermakna, dan tahan lama mengenai gaji”.

Kegagalan oleh pemerintah untuk memenuhi tuntutan mereka akan membuat para guru kembali mogok, kata serikat pekerja, tanpa batas waktu.

Mavima tidak bisa segera dihubungi untuk memberikan komentar.

Guru, seperti pekerja sektor publik lainnya, menuntut gaji dolar AS dan kenaikan tunjangan untuk melindungi mereka dari inflasi yang melambung dan kesulitan ekonomi.

Ada lebih dari 100.000 guru sektor publik di Zimbabwe dan serikat pekerja mengatakan 80 persen dari mereka mogok kerja.

Serikat pekerja menuduh agen keamanan negara mengintimidasi dan melecehkan anggota mereka dengan mengunjungi sekolah-sekolah dan mencatat nama-nama guru yang mogok.

Pemerintah Zimbabwe membelanjakan lebih dari 90 persen dari anggaran nasional untuk gaji dan telah berjanji untuk mengurangi ini menjadi sekitar 70 persen tahun ini. Permintaan dari pekerja dapat melihat pihak berwenang gagal memenuhi target mereka.



(kem)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads