alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Driver Ojol Makassar Tolak Pembatasan Jam Kerja

Syachrul Arsyad
Driver Ojol Makassar Tolak Pembatasan Jam Kerja
Ilustrasi/SINDOnews

MAKASSAR - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggelar uji publik rancangan peraturan menteri perhubungan (Permenhub) tentang perlindungan keselamatan pengguna sepeda motor yang digunakan untuk kepentingan masyarakat di Hotel Rinra, Makassar, Senin (11/02/2019).

Pada sesi pembahasan aturan yang mengatur para pengemudi atau driver ojek online (ojol) berjalan alot. Poin pembatasan jam kerja bagi para pengemudi ditolak oleh komunitas driver ojol yang hadir selaku peserta undangan uji publik permenhub.

"Ini sangat mengganggu kami. Kalau ada pembatasan harus aktif 8 jam," kata Ketua Solidaritas Driver Gojek Makassar (SDGM), Ibnu Hajar.



Menurut dia, pembatasan jam kerja bisa mengganggu penghasilan driver ojol. Apalagi para driver memiliki target yang harus dicapai setiap harinya.

Tanpa pembatasan jam kerja sekalipun, kata Ibnu Hajar, jam kerja di aplikasi sudah terbilang fleksibel sehingga driver ojol tak harus bekerja secara berturut-turut.

Dia juga menyayangkan, tidak adanya sosialisasi sebelumnya terkait draft permenhub kepada driver ojol yang ada di Makassar.

"Mereka (Kemenhub) tidak mensosialisasikannya kepada kami driver Makassar. Sedangkan Makassar beda dengan Jakarta. Kalau Jakarta memang iya dibutuhkan ojek online. Sementara di Makassar tidak terlalu," ujarnya.

Diketahui pada pasal 4 poin (h) rancangan Permenhub tersebut menyebutkan jika para pengemudi wajib mematuhi ketentuan jam kerja paling lama 8 jam sehari. Dan mengemudi selama 2 jam berturut-turut wajib beristirahat paling singkat 30 menit.

Direktur Angkutan Jalan Kemenhub, Ahmad Yani menjelaskan, aturan tersebut dibuat dengan pertimbangan masalah kesehatan dan keselamatan berlalu lintas.

Dia mengaku, pembatasan jam kerja bagi driver ojol selaras dengan UU Ketenakerjaan yakni 8 jam sehari.

"Kita kan mengacu di Undang-undang Ketenagakerjaan. 8 jam itu batas kelelahan manusia. Dimana-mana 8 jam. Jangankan di Indonesia, luar negeri pun seperti itu. Kita nggak mau masyarakat kita mati di jalan karena kelelahan," kata Ahmad Yani.

Menanggapi tidak dilibatkannya driver ojol Makassar pada proses penyusunan draft permenhub, kata dia, keterlibatan komunitas driver di Jakarta dianggap telah mewakili mewakili aspirasi aliansi driver ojol yang dimasukkan dalam Tim 10.

"Dari Jakarta semua (Tim 10). Makassar nggak ada. Kami berharap sebetulnya kan yang namanya komunitas punya aliansi ke daerah. Biasanya kan begitu. Ternyata ini tidak, tapi tak apa-apa. Karena uji publik inikan kita dapat masukan," ucapnya.

Meski demikian, lanjutnya, seluruh aspirasi termasuk masukan dari ojol Makassar akan ditampung untuk kemudian didiskusikan di tingkat pusat. Apalagi, Permenhub ini masih sebatas rancangan dan tujuannya meminta masukan.

"Kalau ini masyarakat komunitas di sini tidak berkenanan, ya nggak apa-apa. Ini sebagai masukan kami kepada pimpinan, bahwa di Makassar sudah nyaman dengan kondisi yang ada saat ini. Artinya setiap daerah memang berbeda. Saya yakini itu," ujar Ahmad Yani.



(bds)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads