alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Menteri PPN Tegaskan Pembangunan Sanitasi Harus Terpenuhi 100%

Syachrul Arsyad
Menteri PPN Tegaskan Pembangunan Sanitasi Harus Terpenuhi 100%
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Bambang Brodjonegoro. Foto : Dok/SINDOnews

MAKASSAR - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Bambang Brodjonegoro menghadiri Advocacy Horizontal dan Learning (AHL) menuju tuntas sanitasi 2020 yang digelar Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (Akkopsi) di Hotel Rinra, Makassar, Selasa (12/02/2019).

Dalam kesempatan ini, Bambang yang juga Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) menegaskan, pemerintah daerah harus menuntaskan pembangunan sanitasi dan air bersih terpenuhi hingga mencapai 100%.

Apalagi pada kegiatan ini dilakukan penandatanganan deklarasi mewujudkan Open Defecatioan Free (ODF) 100% oleh sejumlah kepala daerah yang tergabung dalam Akkopsi.



Disamping itu, dia mengatakan, setiap pemerintah daerah didukung oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) kurang lebih Rp2 triliun. Ditambah anggaran masing-masing daerah melalui APBD.

"DAK kan tadi sudah disebutkan 2018 kemarin untuk sanitasi Rp2 triliun. Tahun ini jumlahnya tidak berbeda jauh," ungkap Bambang.

Menurut dia, air minum dan sanitasi menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Dan termasuk salah satu prioritas pembangunan nasional.

Sehingga pembangunan sarana dan prasarana air minum dan sanitasi sangat erat kaitannya dengan upaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

"Tapi intinya kita ingin standar sanitasi di kota besar seperti Makassar sudah menjamin akses saitasi layak 100% kemudian diperkuat dengan instalasi pengelolaan air limbahnya. Jadi tidak cukup hanya sanitasinya saja," sebutnya.

Sementara itu, Ketua Akkopsi, Moh Ramdhan "Danny" Pomanto mengatakan, sanitasi tidak hanya berbicara soal kualitas ruang kota/kabupaten, namun juga menyinggung kehidupan masyarakat.

Menurutnya, gerakan tuntas sanitasi adalah gerakan tersistem, bukan kerja orang per orang.

"Saya kira sebagai Ketua Akkopsi, masalah sanitasi masalah serius terutama soal ODF. BAB di Makassar masih terjadi di beberapa titik. Misalnya, sepanjang kanal sungai dan sepajang daerah-daerah belakang misalnya di Tamalate juga Tamlanrea, sehingga saya sudah perintahkan kepada seluruh camat tuk capai ODF 100%," pungkas Wali Kota Makassar ini.



(bds)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads