TOPIK TERPOPULER

DPRD Makassar Sarankan Tunda Pembenahan Anjungan Pantai Losari

Vivi Riski Indriani
DPRD Makassar Sarankan Tunda Pembenahan Anjungan Pantai Losari
DPRD Makassar sarankan pemerintah kota untuk tunda pembenahan Anjungan Pantai Losari. Foto: Sindonews/Muchtamir Zaide

MAKASSAR - DPRD Kota Makassar, merekomendasikan rencana pembenahan Anjungan Pantai Losari ditunda tahun ini. Proyek ini dinilai belum mendesak untuk dikerjakan.

Ketua Komisi C DPRD Kota Makassar, Abdi Asmara meminta Pemkot Makassar untuk tidak melanjutkan pembenahan Anjungan Pantai Losari. Apalagi sisa waktu pengerjaan hanya tinggal dua bulan.



Baca Juga: Revitalisasi Anjungan Pantai Losari Tunggu Persetujuan Kemendagri

"Proyek pembangunan infrastruktur yang dinilai tidak bisa terselesaikan tahun ini. Sebaiknya ditunda tahun depan," kata Abdi Asmara, kemarin.

Meski begitu, rencana Pemkot Makassar untuk membenahi Anjungan Pantai Losari ditanggapi baik legislator Partai Demokrat ini. Terlebih lagi pembenahan tersebut merupakan program jangka panjang pemerintah untuk mendatangkan investor dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Hanya saja, menurut Abdi Asmara, proyek ini tidak begitu mendesak untuk dikerjakan tahun ini.

"Jadi kita juga harus melihat range waktu yang tersisa, mampu atau tidak. Masih banyak wilayah tertentu khususnya jalan lingkungan yang perlu menjadi prioritas," ujarnya.



Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin menyampaikan, pembenahan Anjungan Pantai Losari masuk anggaran parsial tahun ini. Pengerjaannya hanya tinggal menunggu persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Kita tinggal tunggu, kalau disetujui parsialnya kita langsung jalan karena ini juga menjadi kebutuhan," kata Rudy, kemarin.

Baca Juga: Jadi Wilayah Percontohan, Sanksi Denda Ancam Perokok di Kawasan Losari

Lanjut dia, pembenahan ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendorong pergerakan ekonomi di tengah pandemi. Sebab untuk menciptakan destinasi wisata perlu didukung dengan insfrastruktur yang memadai.

Bahkan dia menilai revitalisasi ini mendesak untuk segera dilakukan. Sebagai ikon Kota Makassar, kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan perlu penataan untuk menciptakan daya tarik pariwisata dan investasi.

"Jadi saya ingin secepatnya menghadirkan ikon yang layak untuk tujuan wisata," paparnya.

Meski begitu, proyek ini tetap harus melalui perencanaan yang matang. Apalagi, kawasan ini menjadi kebanggaan masyarakat Kota Makassar. Sehingga, jika terkendala waktu dipastikan proyek ini akan tetap berlanjut tahun depan.

"Sementara perampungan desain dulu, baru masuk lelang. Jadi kalau memang tidak bisa selesai 2020, kita akan lanjut lagi tahun depan. Kita maksimalkan waktu yang ada," jelas Rudy.



(agn)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!