TOPIK TERPOPULER

Gara-gara Ikan Sapu-sapu, Dewan Minta Nasfari Mundur sebagai Kadis Perikanan

M Reza Pahlevi
Gara-gara Ikan Sapu-sapu, Dewan Minta Nasfari Mundur sebagai Kadis Perikanan
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Wajo, Herman Arif. Foto: SINDOnews/Reza Pahlevi

WAJO - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wajo, Herman Arif meminta Nasfari mundur dari jabatan Kepala Dinas Perikanan (Diskan). Oleh dewan, Nasfari dianggap tidak becus mengatasi masalah ikan sapu-sapu di Danau Tempe.

Herman bilang, ikan sapu-sapu atau dikenal dengan bahasa latin Loricariidae merupakan ikan yang termasuk golongan invasive species.



Populasi ikan tersebut sangat melimpah di perairan Danau Tempe. Namun keberadaannya sejauh ini tak bernilai ekonomis, bahkan nelayan menganggap ikan tersebut hanya hama bagi spesies ikan asli Danau Tempe.

Baca juga: Bupati Wajo Minta Akademisi Unhas Riset Manfaat Ikan Sapu-sapu

"Ikan sapu-sapu menjadi masalah utama dan sudah bertahun-tahun dikeluhkan oleh nelayan, Pak Kadis kerjanya apa? Kenapa sampai sekarang belum ada solusi, kalau sudah tidak sanggup silahkan mundur," ujarnya kepada SINDOnews, Rabu (28/10/2020).

Olehnya itu, legislator fraksi Gerindra ini mendorong agar Bupati Wajo, Amran Mahmud mengevaluasi kinerja Nasfari, sebab tidak mampu mengatasi keberadaan ikan sapu-sapu.

Apalagi saat peringatan dies natalis Unhas yang ke-64, Bupati Wajo sampai meminta akademisi Unhas untuk melakukan riset terhadap ikan sapu-sapu, agar dapat memberikan manfaat kepada nelayan di Danau Tempe.



"Saya menganggap permintaan pak Bupati kepada sejumlah akademisi untuk melakukan riset terhadap ikan sapu-sapu, merupakan suatu tanda hilangnya kepercayaan Bupati Wajo terhadap Pak Kadis. Sudah tiga tahun lebih kepala Diskan tidak bisa berkontribusi maksimal. Inilah salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) harus dievaluasi," teganya.

Sebelumnya, Bupati Wajo, Amran Mahmud berharap kepada akademisi Unhas agar melakukan riset manfaat ikan sapu-sapu. Hal tersebut disampaikan saat Amran Mahmud memberi sambutan dalam dies natalis Unhas ke- 64 di ruangan pola kantor Bupati Wajo, beberapa waktu lalu.

Menurut Amran, ikan sapu-sapu atau dikenal dengan bahasa latin Loricariidae merupakan ikan yang termasuk golongan invasive species.

Populasi ikan tersebut, sangat melimpah di Danau Tempe. Bahkan kata Amran, sejumlah nelayan menganggap ikan Sapu-sapu hanya menjadi predator bagi spesies ikan konsumsi asli Danau Tempe.

Baca juga: Ikan Sapu-sapu Penghuni Danau Tempe Bisa Dimanfaatkan Jadi Pakan

"Tentunya sejumlah akademisi yang berada di Unhas dapat melakukan riset terkait manfaat ikan sapu-sapu, sebab sejauh ini nelayan di Danau Tempe menganggap ikan tersebut hanya menjadi hama bagi spesies ikan asli Danau Tempe," ujarnya.

Olehnya itu ia berharap, akademisi mampu memberikan solusi kepada nelayan Danau Tempe, agar ikan sapu-sapu dapat dimanfaatkan dan bernilai ekonomis bagi nelayan.

"Kalau tidak dikelola dengan baik ikan sapu-sapu akan membawa dampak buruk hilangnya spesies endemik akibat dimangsa dan kalah bersaing oleh ikan sapu-sapu," tandasnya.



(luq)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!