alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Mahasiswa di Polman Tuntut Dir Intelkam Polda Kaltim Dicopot

Asrianto Suardi
Mahasiswa di Polman Tuntut Dir Intelkam Polda Kaltim Dicopot
Aliansi Mahasiswa Polewali Mandar (Polman) menggelar aksi unjuk rasa di perempatan lampu merah Lapangan Pancasila, Polewali, Sulbar, Kamis (14/02/2019). Foto : Asrianto Suardi/SINDOnews

POLEWALI - Aliansi Mahasiswa Polewali Mandar (Polman) menggelar aksi unjuk rasa di perempatan lampu merah Lapangan Pancasila, Polewali, Sulbar, Kamis (14/02/2019).

Dengan membawa spanduk berbagai ukuran, mereka menuntut ajar Direktur Intelkam Polda Kalimantan Timur (Kaltim) dicopot dari jabatannya. Tuntutan ini buntut dari pemukulan puluhan mahasiswa oleh oknum aparat kepolisian di Balikpapan, Kaltim, pada 11 Februari 2019 belum lama ini.

"Kami dari aliansi mahasiswa mengecam tindakan kekerasan tersebut. Atas dasar menyampaikan pendapat di muka umum yang merupakan salah satu hak asasi manusia yang dijamin dalam pasal 28 UUD 1945 yang berbunyi Kemerdekaan Berserikat dan Berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dalam UUD," pungkas jenderal lapangan, Sabri.



Aksi unjuk rasa yang juga digelar dengan cara longmarch sepanjang 2 kilometer ini mendapat perhatian dari pengendara lalu lintas. Bahkan para pengunjuk rasa menggelar teatrikal menggunakan keranda mayat sebagai simbol mengecam oknum polisi yang telah melakukan aksi kekerasan terhadap aktivis mahasiswa Cipayung di Kaltim.

"Semoga hukum ini tidak tajam ke bawah dan tumpul ke atas, namun tetap bisa ditegakkan dan seadil-adilnya," tandas Sabri.

Adapun tuntutan Aliansi Mahasiswa Polman yakni mendesak Kapolri memecat (memberhentikan) Direktur Intelkam Polda Kaltim secara tidak hormat beserta oknum-oknum yang melakukan tindakan yang progresif terhadap mahasiswa dan rakyat yang menyuarakan aspirasi.

Kemudian meminta kepada Kapolri agar tidak terjadi kejadian yang serupa di Balikpapan.

"Jika masih terjadi demikian maka kita meminta wajib hukumnya kepada Kapolri mencopot Kapolres yang berada di wilayah tersebut," tambah Sabri.

Selain itu mereka mengimbau kepada jajaran Polres Polman agar tetap menjamin dan menjaga hubungan harmonis dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Selantjutnya, Kapolres Polman diminta untuk mengkomunikasikan kasus kekerasan yang terjadi di Balikpapan agar kasus serupa tidak terjadi lagi di tanah air Indonesia, khususnya di Kabupaten Polman.

Sementara itu, Wakapolres Polman, Kompol Mihardi yang menerima aspirasi para pengunjuk rasa berjanji tuntutan itu akan disampaikan ke pimpinannya, dalam hal ini Kapolres Polman.

"Yang berhubungan dengan aspirasi mahasiswa akan diteruskan kepada pimpinan tertinggi di tingkat Polres dalam hal ini Kapolres. Dan tentu Kapolres akan menyampaikan kepada tingkat Polda dan tingkat pusat karena ini ada alasan yuridiksi tentang wilayah hukum masing-masing," katanya.



(bds)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads