alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kasus Pidana Pemilu Wakil Ketua DPRD Gowa, JPU Ajukan Banding

Herni Amir
Kasus Pidana Pemilu Wakil Ketua DPRD Gowa, JPU Ajukan Banding
Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada kasus dugaan pidana pemilu yang dilakukan Wakil Ketua DPRD Gowa, Abdul Haris Tappa, mengajukan banding atas putusan pengadilan. Foto: Ilustrasi/SINDOnews

SUNGGUMINASA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada kasus dugaan pidana pemilu yang dilakukan Wakil Ketua DPRD Gowa, Abdul Haris Tappa, mengajukan banding atas putusan pengadilan.

Sebelumnya diberitakan, Pengadilan Negeri (PN) Sungguminasa menjatuhkan vonis hukuman denda Rp5 juta subsider satu bulan kurungan kepada Abdul Haris Tappa. Ketua DPD PAN Gowa ini juga dikenakan hukuman percobaan tiga bulan.

Komisioner Bawaslu Gowa Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga, Juanto Avol mengatakan,
JPU mengajukan banding karena vonis tersebut tidak sesuai dengan tuntutan, yakni pidana penjara selama dua tahun dan denda Rp 24 juta.



"Iya. Jaksa penuntut umum mengajukan banding.Pihak kejaksaan tidak berterima dengan hasil putusan pengadilan yang tidak sesuai dengan tuntutan yang diajukan jaksa," ungkapnya, Selasa (19/2/2019).

Abdul Haris Tappa didakwa melanggar pasal 439 Jo 280 Huruf F UU No.7 tahun 2017 tentang pemilu, serta Pasal 521 terkait penggunaan fasilitas negara. "Kami mengajukan banding karena putusan tidak sesuai tuntutannya," tambah Juanto Avol.

Kasus dugaan pelanggaran pemilu ini awalnya diusut oleh Gakkumdu Kabupaten Gowa yang terdiri tiga unsur yakni Bawaslu, Polres, dan Jaksa.

Gakkumdu Kabupaten Gowa memproses Abdul Haris Tappa karena diduga melakukan kampanye dalam kunjungan reses yang dilakukan ke Kelurahan Bontoramba, Kecamatan Somba Opu, November 2018 lalu.

Abdul Haris Tappa ketika itu memakai fasilitas negara dalam hal ini kendaraan mobil dinas serta melibatkan aparatur sipil negara, yaitu Lurah Bontoramba, Abdul Latif.



(kem)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads