alexa snippet
more
TOPIK TERPOPULER

Abraham: Pelanggar HAM Modern Gunakan Instrumen Hukum

Mustafa LayongAbraham: Pelanggar HAM Modern Gunakan Instrumen Hukum
Mantan Ketua KPK Abraham Samad berorasi di Taman Macan Makassar. Foto : Muchtamir Zaide/SINDOnews

MAKASSAR - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menyebut, pelanggaran di zaman sekarang makin modern. Aparat menggunakan instrument hukum untuk membungkam hak warga yang kritis.

Pernyataan itu disampaikan Abraham saat mengisi orasi pada gerakan join force Amnesty Internasional Indonesia, di Taman Macan, Jalan Sultan Hasanuddin, Kamis, (07/12/2017). Pada kegiatan yang bertepatan hari Kamisan ke 517 itu, alumnus Fakultas Hukum Unhas itu menyebut praktik pelanggaran HAM telah berubah bentuk.

Zaman sekarang, semua orang bebas berpendapat tanpa tekanan dan ancaman fisik seperti masa Orde Baru.
“Semua orang bebas mengeluarkan pendapat, tidak ada lagi ditekan secara konservatif seperti di zaman Orde Baru. Tapi yang lebih berbahaya sekarang bentuk-bentuk pelanggaran HAM itu berubah, salah satu bentuknya penggunaan instrumen hukum untuk mengkriminalisasi kelompok-kelompok kritis terhadap kebijakan-kebijakan yang sebenarnya tidak berpihak pada kepentingan masyarakat,” ujar Abraham saat ditemui.

Katanya, transformsi pelanggaran HAM itu jauh lebih berbahaya dibanding sikap represif rezim Orba. Sehingga kata Abraham, seluruh elemen masyarakat harus bersama-sama melakukan gerakan perlawanan.

Sebab jika dibiarkan terus-menerus, kelompok kritis yang selama ini berpihak ke masyarakat umum tertidur.
“Kalau tertidur maka selesailah negeri ini, karena akan terjadi, seluruh kebijakan yang ada tidak berpihak pada kepentingan masyarakat umum, atau justru memarginalkan masyarakat umumnya,” katanya.

Beberapa aturan perundang-undangan yang kerap menjadi instrumen mengekang kebebasan berpendapat yakni UU Teknologi dan Transaksi Elektronik dan UU Urmas. Di Sulsel sendiri sudah dua korban, yakni Yusniar, ibu rumah tangga yang dipenjarakan setelah mengeluh di media sosial lantaran tanah orang tuanya dirampas oknum anggota dewan.



(agn)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
sindonews ads