alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kunjungi Rumah Lebah, Bupati Minta Jajarannya Fasilitasi Izin

Eky Hendrawan
Kunjungi Rumah Lebah, Bupati Minta Jajarannya Fasilitasi Izin
Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali, memerintahkan jajarannya untuk menfasilitasi perizinan untuk pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Foto: Eky Hendrawan/SINDOnews

BULUKUMBA - Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali, memerintahkan jajarannya untuk menfasilitasi perizinan untuk pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Perintah tersebut disampaikan saat Sukri didampingi Kepala Cabang Bank Sulselbar Bulukumba, Finni Arfianas Azwar, saat mengunjungi Rumah Lebah milik Arifin, warga Kelurahan Tanah Lemo Kecamatan Bontobahari, yang berada di sekitar taman hutan rakyat (tahura).

Sukri mengapresiasi usaha yang dirintis Arifin. Ia memuji semangat Arifin yang memulai usaha dari nol dan terus melakukan inovasi pengembangan.



"Saya akan meminta dinas terkait untuk membantu memfasilitasi izin produknya, seperti izin BPPOM-nya," kata AM Sukri Sappewali.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati menyaksikan langsung bagaimana Arifin memanen salah satu koloni madunya. Arifin pun meminta AM Sukri Sappewali untuk mencicipi madu segar yang baru dipanennya itu.
"Wah enak," kata AM Sukri Sappewali.

Rumah Lebah terletak di pinggir jalan jalur menuju lokasi wisata Pantai Lemo-Lemo. Pekarangan dan kebun di belakang rumah Arifin dijadikan sebagai lokasi penangkaran lebah hutan.

Menurut Arifin, jumlah rumah lebah atau koloni yang telah dia buat sekitar 300 koloni, ditambah 200 koloni di Kecamatan Bontotiro. Jadi total koloni lebah miliknya kini mencapai 500.

Setiap koloni tambah Arifin dapat menghasilkan 3 botol (seukuran botol sirup Marjan) yang dipanen setiap 3 bulan. Koloninya dibuat dari batang kayu besar yang dipotong-potong, ada juga terbuat dari loster yang disusun.

"Karena jumlah koloni sudah banyak, jadi saya sudah bisa panen 5 botol perhari," beber Arifin.

Di hadapan Bupati, laki-laki berumur 32 tahun itu mengaku pekerjaan sebelumnya yang ia geluti adalah nelayan dan nyambi memburu rusa di hutan.

Awal mula ia merintis ternak lebah itu ketika ada pengusaha yang membuka lahan di sekitar wilayah itu, sehingga banyak koloni lebah yang terusir. Dia pun akhirnya berpikir bagaimana menyelamatkan koloni lebah itu dengan cara memindahkan di dekat rumahnya.

"Daripada koloni lebah itu rusak percuma, saya pindahkan di dekat rumah dan mencoba membudidayakan," bebernya.

Di depan rumahnya, Arifin bersama istrinya juga sudah membangun outlet penjualan madu. Harga madu yang botol sirup Marjan senilai Rp.150 ribu. Selain itu, ia juga menjual produk serbuk daun kelor yang banyak ia tanam di lahannya sebagai bahan makanan dari lebahnya.

"Jadi saya selalu menanam. Tanam pohon apa saja. Semakin banyak tanaman, semakin banyak pula bahan makanan untuk lebah," bebernya.



(kem)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads