alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Oknum Wartawan Diduga Tipu Warga Tuk Lolos Seleksi Bintara Polri

Faisal Mustafa
Oknum Wartawan Diduga Tipu Warga Tuk Lolos Seleksi Bintara Polri
Andi Ifal mendampingi Rizal dan anaknya Zulkifli korban penipuan calo tes polisi, di salah satu Warkop di Makassar. Foto: Faisal Mustafa/SINDOnews

MAKASSAR - Rizal (60) pria asal Jeneponto mengaku menjadi korban penipuan oleh oknum Wartawan bernama Hamsir alian Karaeng Anci, yang mengaku bekerja di salah satu media TV lokal di Makassar.

Kejadian yang diakuinya bermula ketika Zulkifli anak pertamanya mengikuti seleksi penerimaan Calon Siswa (Casis) Bintara Polisi, di Polda Sulsel tahun 2017 dan 2018.

Rizal kemudian meminta bantuan kepada oknum wartawan tersebut, untuk memuluskan langkah anaknya di sebuah Warkop di Takalar ditemani dua kerabat korban.



Saat pertemuan itu Anci meminta dana Rp175 Juta, korban yang percaya kepadanya akhirnya menyerahkan uang Rp100 juta pada saat itu.

"Saya ulang kronologis awalnya, pertama Anci minta uang Rp175 juta, tapi karena kemampuan orang tua klien saya hanya Rp100 juta. maka hanya Rp100 juta yang dia serahkan, ini dana awal yang dia serahkan Rp100 juta. Beberapa hari kemudian dia minta lagi sebesar Rp120 juta," ungkap Rizal orang tua korban.

Sementara pengacara korban Andi Ifal menyampaikan, jika kliennya mendapat jaminan dari pelaku agar anak korban bisa lulus dengan dalih kenal dengan petinggi polisi.

"Jadi ada tiga kali penyerahan uang dengan jumlah keseluruhan Rp250 juta. Korban percaya karena oknum ini mengaku kenal dengan petinggi di Polda Sulsel. HS juga selalu berdalih jika uang itu akan diserahkan ke petinggi Polda Sulsel," ungkapnya.

Malang bagi Rizal saat seleksi 2017 anaknya tak lulus, saat itu korban yang berprofesi sebagai petani menemui Anci, namun ia meyakinkan kembali korban untuk anaknya diikutkan tes kedua, kala itu ia meminta menggenapkan uang pelicinnya menjadi Rp300 juta.

"Saya bilang kalau Rp300 juta saya tidak mampu pak. saya tidak tau dimana mau ambil uang, tanahku sudah habis saya jual. jadi dia bilang begini pak, kalau ada uangnya Rp30 juta sekarang kasi cukup Rp250 juta nanti saya tambah Rp50, ada uang di rumah 50 juta. jadi nanti saya kasi cukup Rp300 juta, itu pak," tutur Rizal menirukan perkataan pelaku.

Rizal menuturkan, jika setiap pertemuan ia selalu mengenakan atribut wartawan, saat pertemuan ketiga Anci menyerahkan Id Card dan pakaian dinas hariannya.

"Kan dua kali ini pak, 2017 dulu pak, tidak lulus itu, saya mau minta uang saya katanya satu kali lagi pak, kita tunggu pendaftaran yang akan datang 2018. jadi mendaftar lagi anak saya pak. tes pertama langsung jatuh," jelasnya.

Hingga tes kedua di 2018, anaknya tetap tidak lulus, kemudian korban meminta Anci untuk mengembalikan uang yang ia sudah berikan, sayangnya pelaku sudah tidak bisa dihubungi.

Rizalpun melaporkan kejadian tersebut ke Polres Jeneponto awal Januari lalu, namun Anci tak pernah mengindahkan panggilan tersebut hingga dua kali.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif