alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

2 Hari Diperiksa, Dokter Kecantikan Gadungan Jadi Tersangka

Supriadi Ibrahim
2 Hari Diperiksa, Dokter Kecantikan Gadungan Jadi Tersangka
Dua tersangka Dokter Kecantikan Gadungan saat diperiksa di Polres Bone. Foto: Istimewa

BONE - Emisa, dokter kecantikan gadungan warga asal Kota Parepare dan asistenya Rini Warga Kabupaten Bone, resmi menjadi tersangka setelah dua hari menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Polres Bone.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolres Bone AKBP Muhammad Kadarislam Kasim, ditemui di ruang kerjanya, Kamis (21/02/2019).

Kata dia, dokter gadungan dan wanita kelahiran Kota Watampone itu ditetapkan sebagai tersangka, setelah pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti disertai didukungan dari saksi-saksi dan korban.



"Hari keduanya resmi kami tetapkan sebagai tersangka untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, telah melakukan praktek kecantikan di Kota Watampone dan berdarsarkan sejumlah laporan korbannya," katanya.

Lanjut dia, menjelaskan bahwa Emisa selama menjalani pemeriksaan, dia menyangkal kalau dia itu bukan dokter, akan tetapi dari tindakan-tindakan dan sikap yang dilakukan itu, korban mengetahui kalau dia sebagai dokter yang ahli dalam bidang estetika.

Dengan tindakan-tindakan yang dilakukan doker gadungan itu, kata dia, pihaknya telah melakukan upaya paksa untuk penahanan terhadap kedua tersangka.

"Barang bukti yang berhasil diamankan seperti sebuah baju putih panjang yang tercantum nama yang di depannya bertuliskan dr. Kemudian kita juga mengamankan beberapa alat elektronik seperti suntik, spoit, obat bius dan alat-alat kecantikan lainnya itu kan semua harus melalui dokter ahli nah sementara dia bukan dokter," katanya.

Sehingga pihaknya menjerat keduanya, dijerat dengan pasal 77 dan 78 undang-undang No 29 tahun 2004, tentang praktik kedokteran. "Ancaman hukamannya lima tahun penjara," jelasnya.

Masih kata, mantan Diskrimsus Polda Sulsel ini, bahwa sejauh ini, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap kedua tersangka.

"Ya sampai saat ini dia masih kita lakukan pemeriksaan, tidak menutup kemungkinan masih ada korban lain selain korban yang sudah diperiksa kemarin. Apalagi kegiatannya itu dia lakukan sudah sejak tahun 2018 lalu," pungkasnya.



(agn)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads