alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kasus Dugaan Penipuan Calo Polisi Catut Oknum Wartawan Makassar

Faisal Mustafa
Kasus Dugaan Penipuan Calo Polisi Catut Oknum Wartawan Makassar
Andi Ifal mendampingi kliennya Rizal dan Zulkifli di Warkop Sami, Boulevard, Makassar, Rabu (20/02/2019). Rizal merupakan korban penipuan calo penerimaan bintara polisi. Foto : Faizal Mustafa/SINDOnews

MAKASSAR - Kasus calo penerimaan calon siswa (casos) bintara polisi diduga melibatkan oknum wartawan inisial AC di Makassar. Hal ini diungkapkan korban Rizal (60) asal Kabupaten Jeneponto, Sulsel.

Korban melalui pendamping hukumnya, Andi Ifal, mengaku tertipu oleh AC saat anaknya Zulkifli mengikuti seleksi calon bintara polisi di Polda Sulsel.

Dari pengakuannya, lanjut Ifal, korban telah mengeluarkan uang tunai kurang Rp100 juta saat bertemu AC dengan harapan anaknya bisa lolos mengikuti pendidikan kepolisian. Pertemuan korban dan AC berlangsung di salah satu warung kopi (warkop) di Kabupaten Takalar beberapa waktu lalu.



Saat itu, korban ditemani dua rekannya. Dan AC meminta dana Rp175 juta. Namun yang diserahkan baru berkisar Rp100 juta.

"Saya ulang kronologis awalnya, pertama Anci minta uang 175 juta, tapi karna kemampuan orangtua klien saya hanya 100 juta. maka hanya 100 juta yang dia serahkan, ini dana awal yang dia serahkan 100 juta. Beberapa hari kemudian dia minta lagi sebesar 120 juta," terang Andi Ifal selaku kuasa hukum korban, Kamis (21/02/2019).

Dia kembali mengatakan, saat itu AC menjamin anak kliennya bisa lulus dengan dalih mengenal petinggi polisi di Polda Sulsel. Namun harapan itu pupus, anak korban tak lulus.

"Jadi ada tiga kali penyerahan uang dengan jumlah keseluruhan Rp250 juta. Korban percaya karena oknum ini mengaku kenal dengan petinggi di Polda Sulsel. HS juga selalu berdalih jika uang itu akan diserahkan ke petinggi Polda Sulsel," beber Andi Ifal.

Sementara itu, korban Rizal mengungkapkan, saat pertemuan ketiga dengan AC dia merasa yakni. Sebab, AC menyerahkan id card dan pakaian dinas harian wartawannya. Pertemuan ini, kata dia, setelah anaknya tidak lulus seleksi di tahun 2017. Pelaku pun kembali meminta uang menggenapkan uang pelicin hingg Rp300 juta.

Namun sayang dengan janji kelulusan di tahun 2018 tidak juga terwujud, anaknya tetap tidak lulus.

"Saya bilang kalau 300 juta saya tidak mampu pak. saya tidak tau dimana mau ambil uang, tanahku sudah habis saya jual. Jadi dia bilang begini pade pak, kalau ada uangta 30 juta sekarang kasi cukupmi 250 juta nanti saya tambah 50, adaji uang di rumah 50 juta. Jadi nanti saya kasi cukup 300 juta, itu pak," ungkap Rizal.

"Kan dua kalimi ini pak, 2017 dulu pak, tidak lulus itu. Saya mau minta uang saya katanya satu kali lagi pak, kita tunggu pendaftaran yang akan datang 2018. Jadi mendaftar lagi anak saya pak. Tes pertama langsung jatuh," pungkas Rizal.

Atas kejadian ini, Rizal yang merasa ditipu dan dirugikan melaporkan kasus dugaan penipuan ini ke Mapolres Jeneponto.



(bds)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook