alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Iran Berhasil Gagalkan Upaya AS Untuk Sabotase Program Rudalnya

Agus Nyomba
Iran Berhasil Gagalkan Upaya AS Untuk Sabotase Program Rudalnya
Komandan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Dirgantara, Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh. Foto: Istimewa

TEHERAN - Komandan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Dirgantara, Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh mengatakan, bahwa Amerika Serikat (AS), gagal menyabotase program rudal Iran karena Teheran siap untuk mencegah tindakan tersebut.

Jenderal Iran menolak klaim AS menyabotase program rudal Iran saat berpidato di sebuah festival di Teheran pada hari Minggu, menurut Fars News Agency. Hajizadeh mengatakan bahwa Teheran "telah memahami hal ini sejak beberapa tahun yang lalu tetapi tetap diam tentang hal itu" dan mengadopsi langkah-langkah khusus untuk menghadapinya.

Menurut komandan IRGC, AS dan sekutunya pertama-tama mencoba mencegah pembuatan rudal, kemudian memblokir impor suku cadang dan mesin besar, mencegah impor papan dan bagian-bagian kecil, kemudian menahan ekspor komponen elektronik kecil ke negara itu. Namun, katanya, karena mereka tidak dapat mengganggu proses pembuatan, mereka mencoba untuk menyabotnya.



"Tetapi mereka telah gagal melakukan sesuatu sejauh ini karena kami telah menganggap permusuhan mereka sangat serius," katanya dikutip di Sputnik, Senin, (25/02/2019).

Hajizadeh mengatakan, bahwa menyimpan amunisi di terowongan bawah tanah telah diterapkan untuk pertama kalinya pada tahun 1984.

"Kami telah menggunakan metode ini hingga hari ini untuk membangun dan menyimpan berbagai jenis rudal untuk melindungi pencapaian IRGC dalam produksi," jelasnya.

Kemudian pada hari Minggu, jenderal mengatakan klaim AS menyabotase program rudal Iran digagalkan sejak awal. Dia mencatat bahwa Pasukan Dirgantara IRGC memutuskan untuk mengungkapkan keberhasilan peretasan beberapa pesawat tak berawak AS di Irak dan Suriah sebagai tanggapan terhadap klaim tak berdasar tersebut.

"Kami menyatakan masalah ini (penetrasi ke pusat komando AS) hari ini karena Amerika menunjukkan perilaku kurang ajar dan mengatakan bahwa mereka telah mengirim bagian yang rusak ke industri rudal kami," katanya kepada wartawan di Teheran

"Kami melakukan ini untuk beri tahu mereka bahwa Anda tidak dapat mencapai tujuan Anda dan sebagai gantinya, kami menembus ke dalam sistem Anda dan itu merupakan tanggapan terhadap kelalaian orang Amerika," jelasnya.

Hajizadeh merujuk pada laporan bahwa Iran berhasil mendapatkan kendali atas tujuh hingga delapan pesawat tanpa awak yang terbang di atas Suriah dan Irak, serta akses ke intel tangan pertama mereka, yang diterbitkan oleh Kantor Berita Fars awal pekan ini. Badan ini merilis rekaman video yang mengklaim bahwa itu telah difilmkan oleh drone AS yang diduga diretas oleh Iran.

Video itu kemungkinan diambil pada tahun 2016 di Suriah, tempat MQ-9 Reaper Drone jatuh pada Juli 2016, dengan Angkatan Udara AS melaporkan bahwa kecelakaan itu disebabkan oleh operator yang kehilangan kendali atas UAV dan bukan karena "tembakan musuh."



(agn)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads