alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Polling di Sosial Media Dinilai Tidak Gambarkan Kondisi Realitas

Luqman Zainuddin
Polling di Sosial Media Dinilai Tidak Gambarkan Kondisi Realitas
Diskusi Optimisme Kaum Muda Sulawesi Selatan Menyambut Pesta Demokrasi Pemilu 2019 yang Aman, Damai,Tanpa Hoax dalam Bingkai Semangat Anti Golput di Panrita Coffee, jalan Talasalapang. Foto: SINDOnews/Luqman Zainuddin

MAKASSAR - Sebagian besar pengguna media sosial barangkali pernah menemui polling atau survei di Facebook dan Twitter. Khususnya polling elektabilitas calon Presiden dan Wakil Presiden RI 2019, Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

Fitur polling di Facebook, cukup mudah dibikin. Hanya dengan memilih opsi jejak pendapat pada tombol postingan status. Selanjutnya, tinggal mengikuti petunjuk tambahan, seperti pertanyaan yang dimunculkan, lama jajak pendapat itu tayang, hingga siapa saja orang yang bisa melihat dan memberikan polling.

Polling Pilpres, terlihat cukup banyak muncul di Facebook. Bukan hanya orang perorang, media mainstream juga kerap melakukan polling seperti itu.



Pegiat media sosial dan aktivis kepemudaan Sulsel, Rahmat Indra Sakti mengamini jika polling elektabilitas kandidat Pilpres kerap kali muncul di Facebook. Polling seperti itu, juga disebut bisa menggiring opini. Sayangnya, polling di media sosial itu menurut dia tidak bisa menggambarkan realitas sesungguhnya.

"Sosmed itu tidak mewakili realita. Biasa kan ada polling, tapi tidak ada satu pun rumus yang bisa mengkonversi itu ke dunia nyata. Karena sosial media itu sangat gampang dibikin," terang Indra dalam sebuah diskusi di Panrita Coffe jalan Talasalapang, Kamis (28/2/2019) sore.

Indra yang juga merupakan Sociopreneur tersebut juga menyampaikan, jika akun di sosial media sangat mudah dibikin. Bahkan, dari pengalamannya, satu orang bahkan bisa mengontrol 1.000 akun tak bertuan atau anonim. Sehingga, polling di sosial media, bisa saja diikuti oleh akun anonim.

"Kalau 1000 sampai 2000 akun, bisa kita bikin. Sosial media paling besar pengaruhnya adalah Facebook dan Twitter. Akun yang menjadi buzzer itu bisa ditandai dengan variabel tertentu," kata dia.

Dalam diskusi bertema 'Optimisme Kaum Muda Sulawesi Selatan Menyambut Pesta Demokrasi Pemilu 2019 yang Aman, Damai,Tanpa Hoax dalam Bingkai Semangat Anti Golput tersebut, juga hadir komisioner Bawaslu kota Makassar Zulfikarnain, pengamat hukum Unhas Dr Hasrul, juga ketua KNPI Sulsel, Imran Eka Saputra.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif