alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Hendak Kabur ke Papua Usai Panah Warga, Risal Dibekuk di Bandara

Faisal Mustafa
Hendak Kabur ke Papua Usai Panah Warga, Risal Dibekuk di Bandara
Resmob Polda Sulsel saat menggeledah barang bawaan salah satu pelaku pembusuran di Kabupaten Jeneponto saat diamankan di Bandara Sultan Hasanuddin. Foto: Istimewa

MAKASSAR - Jajaran Resmob Polda Sulsel berhasil menangkap Risal Syaputra Nodding (24) di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Sabtu (2/3/2019) dini hari saat hendak melarikan diri ke Jayapura.

Risal diduga telah melakukan pembusuran terhadap Amiruddin, Warga Balang Beru, kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto Kamis (21/2) lalu.

Kanit Pegasus Sat Reskrim Polres Jeneponto Aipda Abd Rasyad yang memimpin penangkapan tersebut mengatakan jika pelaku dibekuk di ruang tunggu Bandara.



"Kita di backup bersama Resmob Polda, kemudian berkoordinasi dengan pihak bandara, dan menangkap pelaku di ruang tunggu untuk keberangkatan ke Jayapura," terang Rasyad.

Kasat Reskrim Polres Jeneponto AKP Boby Rachman membenarkan peristiwa penangkapan Risal yang telah melukai kepala korban.

"Saat kejadian korban ini baru menyelesaikan kerjaannya sebagai buruh bangunan, saat duduk-duduk bersama temannya, pelaku datang menggunakan sepeda motor lalu melayangkan Busur (panah) dan mengenai kepala korban," terang Boby saat dihubungi KORAN SINDO, Minggu (3/3).

Boby melanjutkan jika saat diinterogasi ia mengaku iseng-iseng melakukan hal tersebut.

"Motifnya tidak jelas, kayak inilah mau dibilang jago, iseng-iseng, tidak ada dendam sama sekali sama ini (korban) tidak ada juga permasalahan sebelumnya, Iseng-iseng tapi kena orang, kena busur, luka orang," terang Boby.

Kepada Polisi, kata Boby, pelaku mengakui jika motor yang digunakan adalah miliknya, ia juga lah yang jadi eksekutor.

"Kita sudah lakukan pengembangan barang bukti yang digunakan pelaku di rumahnya Desa Bungung Lompoa, Kecematan Tamalatea Jeneponto," jelasnya.

Saat ini pelaku masig mendekam di tahanan Mapolres Jeneponto, guna mendapatkan proses hukum lebih lanjut.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook