alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

3 Tahun Selidiki Kasus Kandang Ayam, Belum Berstatus Penyidikan

Vivi Riski Indriani
3 Tahun Selidiki Kasus Kandang Ayam, Belum Berstatus Penyidikan
ILUSTRASI DUGAAN KORUPSI. Tiga tahun lebih ditangani Ditreskrimsus Polda Sulsel kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kandang ayam di Kota Palopo belum menemukan titik terang. Foto: SINDOnews/Dok

MAKASSAR - Tiga tahun lebih ditangani Ditreskrimsus Polda Sulsel kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kandang ayam di Kota Palopo belum menemukan titik terang.

Penyelidik Polda Sulsel belum menemukan alat bukti yang cukup untuk menaikkan status hukum proyek yang menelan anggaran Rp8 miliar dari APBD Palopo itu ke tahap penyidikan.

"Masih lidik," singkat Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kompol Yudha Wiradjati, Minggu (3/3/2019).



Sementara itu, Wakil Direktur Anti Corruption Commite (ACC) Sulawesi, Kadir Wokanubun mengakui bahwa kasus ini satu dari rentetan kasus yang menjadi atensinya.

Sebab, selain dikabarkan melibatkan sejumlah publik figur di Kota Palopo, juga hingga saat ini kegiatan tersebut tak memberikan azas manfaat kepada masyarakat Kota Palopo secara luas.

Bahkan, kandang ayam yang dikabarkan dibangun sebanyak 1000 unit tersebut, hingga saat ini tak diketahui sebagian besar fisiknya alias diduga fiktif.

"Sejak awal kami sangat menyayangkan sikap Polda Sulsel yang terkesan sengaja mengulur-ulur penyelidikan kasus ini. Padahal, faktanya sangat jelas. Di mana kandang ayam yang dimaksud diduga fiktif," kata Kadir.

Ia menilai semangat penanganan kasus dugaan korupsi oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel hanya ada pada awal penyelidikan. Bahkan dia menuding, Polda Sulsel tak komitmen dengan pemberantasan korupsi.

"Terlalu banyak kasus korupsi yang mau ditangani sendiri oleh Polda Sulsel. Satu di antaranya kasus kandang ayam di Kota Palopo itu. Tapi ujung-ujungnya tak ada yang berhasil dirampungkan alias mandek," tuturnya.

Diketahui, proyek ini merupakan program Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo dimana pekerjaan awalnya dimana pekerjaan awalnya dimulai 2014 lalu yang tersebar di Kelurahan Lebang 15 unit, Kelurahan Sampoddo 15 unit, dan Kelurahan Mawa 10 unit.

Selanjutnya, proyek berlanjut pada 2015, pihak Pemkot Palopo terus melakukan inovasi dengan harapan dapat berjalan sukses dalam pengadaan budidaya ayam kampung unggul bagi 35 Kepala Keluarga (KK) calon penerima manfaat yang masing-masing 15 KK di Kelurahan Purangi dan 20 KK di Kelurahan Sendana.

"Padahal, pada APBD Perubahan tahun anggaran 2014 harusnya dibangun sebanyak 342 kandang. Kemudian APBD 2015 dibangun kembali 658 kandang sehingga totalnya seribu unit," Kadir menerangkan.

Kegiatan ini kemudian diketahui bermasalah ketika awal tahun 2017. Produksi ayam di Kota Palopo dinilai tidak naik secara signifikan. Sehingga sejumlah anggota DPRD Palopo kala itu, mempertanyakan sejauh mana hasil produksi pengadaan kadang ayam yang dimaksud.

Harusnya, menurut DPRD Kota Palopo, melalui program pengadaan 1.000 unit kandang ayam tersebut, taraf ekonomi masyarakat Kota Palopo utamanya sebagai penerima manfaat, tentunya juga meningkat.



(kem)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads