alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pejuang Asing ISIS Bisa Dijatuhi Vonis Mati di Irak

Kurniawan Eka Mulyana
Pejuang Asing ISIS Bisa Dijatuhi Vonis Mati di Irak
BARSAM SALIH. Para pejuang ISIS yang berasal dari luar Irak dan diadili di Irak, terancam dikenai hukuman mati. Hal itu disampaikan oleh Presiden Irak, Barham Salih. Foto: Anadolu/Erin Top

ABU DHABI - Para pejuang ISIS asing atau yang berasal dari luar Irak dan diadili di Irak, terancam dikenai hukuman mati. Hal itu disampaikan oleh Presiden Irak, Barham Salih.

Pernyataan Barsam Salih tersebut dikutip oleh surat kabar The National, yang berbasis di Abu Dhabi, Jumat (8/3/2019).

"Pejuang ISIL (ISIS) akan diadili sesuai dengan hukum Irak dan dapat dijatuhi hukuman mati jika terbukti bersalah membunuh warga Irak," surat kabar tersebut mengutip pernyataan Salih di situs webnya pada hari Kamis.



"Hukum Irak mengizinkan hukuman mati dan kami akan menegakkan hukum Irak," lanjutnya seperti dilansir Aljazeera.

Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung AS menyerahkan sekitar 280 warga Irak dan warga asing yang diduga anggota ISIL bulan lalu, kata militer Irak. Serah terima semacam itu diharapkan berdasarkan perjanjian untuk mentransfer sekitar 500 tahanan yang ditahan oleh SDF pimpinan Kurdi.

Perdana Menteri Irak, Adel Abdul Mahdi mengatakan, Irak akan membantu memulangkan tahanan ISIS non-Irak ke negara asal mereka, atau menuntut mereka yang diduga melakukan kejahatan terhadap Irak.

Pernyataan Salih adalah komentar publik pertama yang mengkonfirmasi bahwa pejuang ISIS asing dapat menghadapi eksekusi di Irak. Dia berbicara kepada surat kabar di Forum Sulaimani di Sulaymaniyah, Irak utara.

"Ada kasus-kasus tertentu di mana beberapa pejuang asing ini terlibat dalam kasus terorisme di tanah Irak atau terhadap warga Irak. Di sini hukum Irak akan diutamakan," katanya.

Namun Salih tidak berharap harus berurusan dengan semua pejuang ISIS yang dikirim dari Suriah.

"Untuk membebani Irak dengan masalah ini atas nama dunia, terlalu banyak bertanya pada Irak," kata Salih.

SDF mengusir para pejuang ISIS keluar dari beberapa wilayah terakhir yang mereka pegang, hampir lima tahun setelah mereka menyapu Suriah timur dan Irak utara dan memberlakukan aturan brutal mereka sendiri, menyatakan "kekhalifahan" Islam.

Pada hari Rabu, seorang komandan senior kelompok itu mengatakan bahwa ratusan tentara ISIS menyerah dari wilayah yang mereka kuasai di desa Baghouz, Suriah timur, di provinsi Deir Az Zor.

Salih mengatakan Irak menghadapi banyak tantangan, termasuk pembangunan kembali setelah konflik dan sanksi selama beberapa dekade.



(kem)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook