alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Bayi Laki-Laki Remaja Wanita Inggris yang Gabung ISIS, Meninggal

Kurniawan Eka Mulyana
Bayi Laki-Laki Remaja Wanita Inggris yang Gabung ISIS, Meninggal
SHAMIMA BEGUM. Bayi laki-laki dari seorang remaja perempuan Inggris yang dicabut kewarganegaraannya karena bergabung dengan ISIS di Suriah, meninggal dunia di Suriah Utara. Foto: AFP

DAMASKUS - Bayi laki-laki dari seorang remaja perempuan Inggris yang dicabut kewarganegaraannya karena bergabung dengan ISIS di Suriah, meninggal dunia di sebuah kamp Suriah Utara.

Juru bicara Pasukan Demokratik Suriah (SDF), Mustafa Bali, mengatakan pada hari Jumat bahwa bayi Shamima Begum telah meninggal di sebuah kamp di Suriah utara. Dia tidak memberikan perincian lebih lanjut.

Secara terpisah, seorang paramedis mengatakan kepada BBC bahwa Jarrah, bayi yang hampir berusia tiga minggu, meninggal pada hari Kamis (7/3/2019) setelah berjuang melawan infeksi paru-paru.



"Bayi itu menderita kesulitan bernapas," kata paramedis itu, seperti dilansir Aljazeera, Sabtu (9/3/2019).

Pengacara yang mewakili keluarga Begum, Tasnime Akunjee, juga mengkonfirmasi berita itu di Twitter, setelah pada hari Jumat mengatakan bahwa ia telah menerima laporan yang belum dikonfirmasi tentang kematian bayi itu.

Begum ditemukan bulan lalu di sebuah kamp pengungsi di Suriah oleh seorang reporter surat kabar yang berbasis di Inggris, The Times, tepat empat tahun setelah ia melarikan diri dari rumahnya di London Timur saat berusia 15 tahun.

Dia, bersama dengan dua teman wanita, meninggalkan Inggris untuk bergabung dengan Negara Islam Irak dan kelompok bersenjata Levant (ISIL, atau ISIS) pada tahun 2015.

Sekarang dia berusia 19 tahun, dan mengatakan kepada wartawan bahwa dia ingin membesarkan Jarrah di Inggris. Dia mengatakan kehilangan dua anak lainnya di Suriah karena kekurangan gizi dan penyakit.

"Saya tidak benar-benar ingin tinggal di sini, saya tidak ingin merawat anak saya di kamp ini karena saya takut dia bahkan akan mati di kamp ini," katanya dalam sebuah wawancara dengan penyiar Inggris Sky News tak lama setelah melahirkan.

Pemerintah Inggris mencabut kewarganegaraan Begum, dan menghalangi kepulangannya dengan alasan ia adalah warga negara ganda dengan akses ke kewarganegaraan Bangladesh.

Menteri Dalam Negeri Sajid Javid membenarkan bahwa putra Begum adalah warga negara Inggris tetapi mengatakan akan "sangat sulit" untuk memfasilitasi kembalinya seorang anak dari Suriah.

Keluarga Begum telah membantah bahwa dia adalah warga negara ganda dan mengatakan pihaknya berencana untuk menantang keputusan Inggris.

Sementara, seorang pejabat urusan luar negeri Bangladesh mengatakan kepada Al Jazeera Begum bukan warga Bangladesh.

Hukum internasional melarang negara mencabut satu-satunya kewarganegaraan warga mereka.

Kasus Begum telah menyoroti dilema yang dihadapi banyak negara Eropa, terbagi atas apakah mengizinkan anggota ISIL atau simpatisan pulang untuk menghadapi penuntutan atau melarang mereka sebagai apa yang disebut kelompok "kekhalifahan" runtuh.



(kem)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook