alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pembicaraan Damai Taliban Usai, Penarikan Pasukan Belum Jelas

Kurniawan Eka Mulyana
Pembicaraan Damai Taliban Usai, Penarikan Pasukan Belum Jelas
MULLAH ABDUL GHANI. AS dan Taliban mengakhiri pembicaraan damai pada Selasa (12/3/2019), dengan sedikit kemajuan. Namun tidak ada kesepakatan waktu soal mundurnya pasukan asing. Foto: Aljazeera

DOHA - Negosiator AS dan Taliban mengakhiri pembicaraan damai mereka pada Selasa (12/3/2019), dengan sedikit kemajuan. Namun tidak ada kesepakatan pasukan asing akan mundur.

Pembicaraan itu berlangsung selama 16 hari. Amerika Serikat meminta jaminan bahwa Taliban tidak akan membiarkan kelompok-kelompok militan menggunakan Afghanistan untuk melancarkan serangan.

Negosiasi di Doha, Qatar dihadiri kepala politik Taliban, Mullah Abdul Ghani Baradar dan tim AS yang dipimpin oleh utusan khusus Zalmay Khalilzad.



Khalilzad, seorang diplomat veteran kelahiran Afganistan, mengatakan pihaknya membuat kemajuan dalam diskusi tentang jaminan kontra-terorisme dan penarikan pasukan dari Afghanistan.

“Kondisi untuk perdamaian telah membaik. Jelas semua pihak ingin mengakhiri perang. Meskipun mengalami pasang surut, kami menjaga segala sesuatunya di jalur dan membuat langkah nyata,” kata Khalilzad di Twitter, seperti dilansir Reuters, Rabu (13/3/2019).

Taliban telah mengadakan beberapa pembicaraan damai dengan tim Amerika yang dipimpin oleh Khalilzad tetapi mereka menolak untuk berbicara dengan pemerintah Afghanistan.

"Ketika kesepakatan dalam draft tentang jadwal penarikan dan langkah-langkah penanggulangan terorisme yang efektif diselesaikan, Taliban dan warga Afghanistan lainnya, termasuk pemerintah, akan memulai negosiasi intra-Afghanistan mengenai penyelesaian politik dan gencatan senjata yang komprehensif," kata Khalilzad.

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid mengatakan, pihaknya membuat kemajuan dalam masalah penarikan pasukan asing dan mencegah serangan terhadap negara-negara lain dari Afghanistan.

Namun, dalam sebuah pernyataan, ia menekankan bahwa tidak ada kesepakatan yang dicapai mengenai gencatan senjata atau pembicaraan dengan pemerintah Afghanistan.

Seorang juru bicara Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, memposting melalui akun Twitternya, bahwa ia berharap untuk melihat perjanjian gencatan senjata jangka panjang dan dimulainya pembicaraan langsung antara pemerintah dan Taliban segera.

Pembicaraan diadakan di ruang perjamuan tertutup di hotel bintang lima Ritz-Carlton di tepi pantai selatan Doha.

Qatar telah menjadi tuan rumah kantor politik Taliban sejak 2013 dan telah berupaya memposisikan dirinya sebagai pemain regional penting untuk penyelesaian konflik.

“Kami menghargai betapa sulitnya mengakhiri perang selama 18 tahun. Qatar menantikan dimulainya kembali perundingan dalam beberapa minggu mendatang, ”kata pemimpin mediator Qatar Mutlaq Bin Majid Al-Qahtani.



(kem)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook