alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Produksi dan Jual Kosmetik Ilegal, 3 Pekerja Pabrik Jadi Tersangka

Faisal Mustafa
Produksi dan Jual Kosmetik Ilegal, 3 Pekerja Pabrik Jadi Tersangka
Kapolrestabes Makassar Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Dwi Ariwibo saat merilis penangkapan 3 pelaku yang memproduksi dan menjual kosmetik ilegal, Rabu, (13/03/2019). Foto: Sindonews/Faisal Mustafa

MAKASSAR - Penyidik satuan narkoba Polrestabes Makassar menetapkan Arham (18), Nasrudin (25), dan Astuti (20) para pekerja pabrik rumahan kosmetik ilegal atas penyalagunaan bahan-bahan berbahaya dan kosmetik ilegal sebagai tersangka.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Dwi Ariwibo mengatakan, setelah melakukan penyelidikan ketiganya memproduksi, mengedarkan, sediaan Farmasi dalam bentuk kosmetik yang tidak memenuhi standar khasiat, kemanfaatan, dan tidak memiliki izin edar.

"Mereka ini yang meracik dan memalsukan kosmetik tersebut, untuk pemiliknya perempuan atas nama Nanna masih dalam pengejaran,” terang Dwi didampingi Kasat Narkoba Kompol Diari Astetikasaat saat rilis di Mapolrestabes Makassar, Rabu (13/3/2019).



Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika menjelaskan, sebelumnya mereka digrebek didua Rumah kos di Jalan Toa Daeng 3 dan Toa Daeng 2 Makassar, Selasa (12/3/2019).

"Kemarin kita amankan, didua tempat satu digunakan sebagai tempat produksi, satu lagi gudang, Jualannya online (lewat medsos) dan konvensional," terangnya.

Dalam penggeledahan tersebut, kata Diari pihaknya mengamankan barang bukti berupa Red Jeli 7.126 buah siap edar, Whitening Blow 6 Mili liter 548 siap edar, pelembut rambut 2.938 siap edar, Face Mask 424 bungkus siap edar dan Sabun batang BBS 742 batang siap edar.

Bedak dingin ajaib 52 buah siap edar, Hair tonic Nanna 116 botol siap edar, tujuh jerigen 20 Liter berisi bahan baku kosmetik, dua dos besar botol kosong 20 Liter, tujuh dos besar kosong, dua botol 2 Liter Fiona Hair Tonic siap edar, dua botol hair tonic murni 2 Liter dan 14 toples bahan baku kosmetik.

Dilanjutkan Diari, para pelaku diupah Perhari Rp50 ribu dan perbulannya Rp2,5 Juta.

"Gaji karyawannya itu kan Rp50 ribu perhari, perbulannya Rp2,5 juta, penjualannya 2.000 paket tiap bulan, paling mahal Rp25 ribu untuk paketnya," jelasnya.

Ia melanjutkan usaha ini telah dijalani para pelaku selama tiga bulan, dengan omzet sekitar Rp40 juta. "Tiga bulan, Sebulan Rp 40 juta omzetnya," tandasnya.

Ketiganya kini dijerat Pasal 196 atau 197 Jo Pasal 55,56 KUHP, UU RI No.36 tahun 2009 Tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun, dan denda paling sedikit Rp1.500.000.000.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif