alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Mentan Lepas Ekspor 19 Komoditi Unggulan Sulsel ke 11 Negara

Mustafa Layong
Mentan Lepas Ekspor 19 Komoditi Unggulan Sulsel ke 11 Negara
Menteri Pertanian Amran Sulaiman bersama Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah saat melepas ekspor komoditi unggulan Sulsel ke 11 negara di Kawasan Industri Makassar (KIMA), Rabu, (13/03/2019). Foto: Sindonews/Muchtamir Zaide

MAKASSAR - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melepas ekspor komoditi pertanian Provinsi Sulsel dalam jumlah besar, di Kawasan Industri Makassar (Kima) Rabu, (13/03/2019). Sebanyak sebelas negara menjadi tujuan pengiriman dengan pelayaran direct call.

Data yang dihimpun, hasil pertanian yang diekspor memiliki volume ratusan ribu ton terdiri dari 19 komoditi unggul di Sulsel. Diantaranya buah pisang, manggis, markisa, vanilli kering, sarang burung walet, kacang mede, kakao biji, dan masih banyak lainnya.

Komoditi yang dihimpun dari puluhan perusahaan eksportir itu memiliki nilai mencapai Rp852,681 miliar. Semuanya bakal dikirim melalui pelayaran langsung atau direct call ke sebelas negara. Yakni Malaysia, China, Thailand, Korea Selatan, Vietnan, Turki, Pakistan, Singapura, Amerika Serikat, Jerman, Australia dan Kanada. Khusus 7.146 ton sarang burung walet tujuan China masih melalui Surabaya dan Jakarta.



Selain disaksikan langsung Menteri Pertanian, pelepasan juga dihadiri Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi, Kepala Badan Karantina Pertanian RI Ali Jamil, Kapolda Sulsel Irjen Pol Hamidin, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi dan sejumlah pimpinan forkompimda lainnya.

Pelaksanaan pelapasan ekspor langsung, bukan pertama kali dilakukan. Pemprov Sulsel sejak akhir 2018 lalu telah berkali-kali menggelar pelepasan ekspor dengan direct call. Kehadiran pelabuhan Makassar New Port sebagai penunjang pelayaran langsung itu mendapat apresiasi dari Mentan.

"Ada yang menarik, dulu produk Indonesia transit. Lalu kita minta semua direct. Berkat kerja keras kita semua ini langsung sehingga terjadi kenaikan 100% yang didapatkan petani kita. Karena cost nya turun," ucap Amran seusai melepas ekspor simbolis.

Amran menerangkan, ekspor Sulsel menyumbang cukup banyak pada persentase nasional. Katanya, secara nasional Indonesia mengekspor 33 juta ton komoditas pertanian pada 2013. Lalu seiring dukungan semua pihak, nilai ekspor meningkat 10 juta ton, menjadi 42 juta ton pada 2018.

"Hari ini di Sulsel sudah ekspor Rp800 miliar. Dulu Indonesia 2013 ekspor 33 juta ton, tapi 2018 kita ekspor 42 juta ton. bayangkan naiknya hampir 10 juta ton dalam kurun waktu 4 tahun lebih. Jangan yang 3.000 impor ini dibahas tiga minggu," katanya.

Kekuatan ekonomi bangsa kata Amran, ditopang dua komponen, selain investasi juga oleh nilai ekspor. "Ekspor kita sejauh ini Rp499 triliun nilainya ini adalah penopang ekonomi Indonesia," sambung Amran.

Sementara Gubernur SulselNurdin Abdullah menyebutkan, menggeliatnya semangat ekspor di Sulsel tidak lepas dari kehadiran MNP yang kini dapat menjadi gerbang pelayaran langsung ke sejumlah negara, termasuk Benua Amerika dan Eropa melalui direct call. Katanya, aktivitas ekspor langsung yang digalakkan dua bulan terakhir merupakan hasil kerja Presiden RI Joko Widodo.

“Kenapa? alasanyan cukup jelas. Pertama selama ini ekspor kita ke Jepang saja membutuhkan waktu 36 hari pak, sekarang dengan hadirnya ekpor langsung ini tinggal 16 hari, dan yang lebih merangsang lagi adalah dana para eksportir sudah bisa langsung cair," jelasnya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook