alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

2 Mantan Murid Tembaki Sekolah, 8 Tewas Termasuk Guru dan Siswa

Kurniawan Eka Mulyana
2 Mantan Murid Tembaki Sekolah, 8 Tewas Termasuk Guru dan Siswa
Dua pemuda berkerudung dan topeng, membawa senjata api, pisau, dan busur melintang, melepaskan tembakan ke sebuah sekolah di Brasil, delapan tewas. Foto: Ilustrasi

SAO PAULO - Dua pemuda berkerudung dan topeng, membawa senjata api, pisau, dan busur melintang, melepaskan tembakan ke sebuah sekolah di Brasil selatan, dan menewaskan delapan orang.

Keduanya kemudian melakukan bunuh diri setelah melakukan aksinya di sekolah di Suzano, pinggiran Sao Paulo, Rabu (13/3/2019).

Polisi mengatakan bahwa dua remaja memasuki gedung dan mulai menembak sekitar jam 9:30 pagi waktu setempat (14.30 Wita).



Dilansir Aljazeera, korban tewas termasuk enam siswa dan dua guru, sementara beberapa orang yang terluka dibawa ke rumah sakit, menurut Gubernur Joao Doria.

Para siswa yang meninggal sebagian besar berusia 15 dan 16 tahun.

Sebuah video yang ditayangkan oleh Globo TV menunjukkan anak-anak menjerit, berlari, dan mengemis untuk hidup mereka ketika suara tembakan terdengar di sekitar.

Kamera keamanan dari rumah di dekat sekolah menunjukkan anak-anak memanjat dan melompati tembok putih yang mengelilingi gedung Raul Brasil, dan berlari di jalan-jalan, berteriak minta tolong.

Sebelum memasuki sekolah, para penyerang yang berusia 17 dan 25, yang juga mantan murid sekolah itu, menembak dan membunuh pemilik agen persewaan mobil tempat mereka mencuri kendaraan.

Gubernur Doria mengatakan sekolah telah dievakuasi dan polisi sedang memeriksa kemungkinan bahan peledak yang ditinggalkan oleh penembak.

Para siswa yang berkumpul di luar sekolah menceritakan serangan mengerikan dan melihat beberapa mayat terbaring di genangan darah.

"Kami berada di waktu istirahat dan makan ketika kami mendengar tiga muncul. Kami kemudian mencoba berlari dan melompati tembok," Rosni Marcelo Grotliwed, seorang siswa berusia 15 tahun, mengatakan kepada portal berita G1.

Dia mengatakan para penyerang memiliki senjata dan pisau, dan ketika dia berlari ke kantor kepala sekolah, dia melihat banyak orang mati.

"Salah satu teman saya ditikam di bahu dan yang lainnya tertembak," katanya.

"Aku melarikan diri dengan satu teman dan pulang, lalu kembali untuk mencari teman lain," lanjutnya.

Marcelo Salles, komandan pasukan polisi di negara bagian Sao Paulo, mengatakan ia "belum pernah melihat yang seperti ini" dalam pelayanannya selama lebih dari tiga dekade.

"Itu adalah kejahatan brutal yang tak terkatakan," kata Salles.

Salles mengatakan orang-orang bersenjata itu menggunakan setidaknya satu pistol kaliber 38 bersama panah dan bom rakitan.



(kem)

loading...
Berita Terkait
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook